Membaca hubungan Indonesia-Malaysia dari perspektif rekan sejawat

4 days ago 14
membacanya bak mendengar cerita rekan sejawat di kedai kopi

Kuala Lumpur (ANTARA) - Buku-buku tentang hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara serumpun, yang ditulis dengan kajian sejarah dan data-data akademik, mungkin banyak dan cukup mudah dijumpai di toko-toko buku, baik di tanah air maupun di negeri jiran.

Sebagian besar karya tersebut umumnya menyoroti hubungan dua negara dari aspek politik, sejarah, diplomasi, atau kerja sama bilateral.

Namun buku antologi berjudul "Malaysia-Indonesia: Narasi-Narasi Lintas Budaya dan Negara" menawarkan sebuah sudut pandang yang berbeda.

Buku setebal 232 halaman ini menggambarkan hubungan dua negara serumpun dari perspektif akar rumput, orang-orang biasa, duta-duta kecil dua negara, yang ketika kita membaca kisah-kisahnya bak mendengarkan langsung penuturan rekan sejawat saat sedang bersantai di kedai kopi.

Bukunya merupakan kumpulan tulisan dari pengalaman yang dialami dan dirasakan oleh 15 orang penulisnya, yang terdiri atas orang Indonesia dan Malaysia.

Para penulisnya antara lain orang-orang yang pernah mengambil studi di universitas kedua negara, dosen, seniman, musisi, pelancong, hingga eks pekerja kilang.

Mereka adalah Tiyas Maulita, Azmil Tayeb, Anitha Silvia, Azmyl Yunor, Budiawan, Sharifah Nursyahidah Syed Annuar, Katrin Bandel, Jefry Musa, Putri Silaturrahmi, Ahmad Naziruddin Zakaria, Raihana Mahmud, Muhamad Hanapi B Jamaludin, Rita Audriyanti, Muhammad Febriansyah, Haris Zuan.

Meskipun keseluruhan isi buku ditulis dalam bahasa Melayu Malaysia, buku yang diterbitkan Strategic Information and Research Development Centre (RSID) dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia, MyCreative Ventures dan Pelan Jana Semua Ekonomi Negara (penjana) ini mudah dipahami oleh pembaca Indonesia.

Cerita-cerita yang disampaikan tidak mendikte pembaca untuk meyakini atau mengubah persepsi. Seperti tanpa tedeng aling-aling, pengalaman demi pengalaman ditulis apa adanya secara gamblang dengan segala subyektivitas para penulisnya.

Uniknya penuturan yang subjektif dan apa adanya itu tetap mencerminkan kuatnya persahabatan dua negara. Buku ini membuktikan bahwa hubungan dua bangsa serumpun di benak akar rumput, bertolak jauh dari riak-riak perseteruan yang seringkali tampak digembar-gemborkan di permukaan media sosial.

Memotret Indonesia-Malaysia

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |