Manggala Agni padamkan karhutla 13,5 hektare di Inderagiri Hilir Riau

3 hours ago 2

Pekanbaru (ANTARA) - Tim Manggala Agni Daerah Operasi VII Rengat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 13,5 hektare di Desa Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Kepala Daerah Operasi VII Rengat Muhammad Ilham Sodik dalam keterangannya diterima di Pekanbaru, Selasa, mengatakan kebakaran terjadi di areal perkebunan milik masyarakat yang didominasi tanaman kelapa, pinang, serta semak belukar.

Lahan yang terbakar berada pada status areal penggunaan lain (APL) dengan jenis tanah gambut.

Baca juga: Pemkab Natuna padamkan kebakaran lahan 3 hektare

“Luas kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 13,5 hektare dan saat ini kondisi di lapangan sudah kondusif,” kata Ilham.

Ia menjelaskan proses pemadaman melibatkan sejumlah pihak, di antaranya tim Manggala Agni Daops Rengat, personel TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Tanjung Pidada.

Sumber air untuk pemadaman berasal dari parit atau kanal di sekitar lokasi. Namun tim menghadapi kendala di lapangan karena akses menuju titik kebakaran cukup sulit, serta jarak sumber air dengan lokasi kejadian berkisar 300 hingga 400 meter.

Meski demikian, upaya pemadaman berhasil dilakukan dan saat ini tim masih melaksanakan kegiatan lanjutan berupa pendinginan atau mopping up guna memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Baca juga: BNPB: Tidak ada korban dalam karhutla di Kotawaringin Barat

Ilham menegaskan pihaknya terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan karhutla di wilayah kerja Daops Rengat, khususnya di daerah yang memiliki karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 39 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Provinsi Riau berdasarkan pemantauan satelit pada Selasa (10/3) sore.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris menyebutkan titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau, dengan jumlah terbanyak berada di wilayah Kabupaten Pelalawan sebanyak 13 titik.

Selain itu, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Bengkalis sebanyak 10 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak tujuh titik. Lalu Kota Dumai tercatat tiga titik panas, kemudian masing-masing dua titik di Kabupaten Siak dan Kabupaten Indragiri Hulu. Satu titik panas juga terpantau masing-masing di Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi.

Baca juga: Tim gabungan berjibaku padamkan karhutla pada empat lokasi di Riau

Baca juga: BNPB berikan bantuan dua unit helikopter patroli untuk karhutla Riau

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |