Malut United dan Benfica gagas Akademi Merah Putih

1 week ago 8

Ternate (ANTARA) - Malut United dan klub Portugal, S.L. Benfica, menggagas pembentukan Akademi Merah Putih sebagai wadah pembinaan sepak bola usia dini yang memadukan pendidikan olahraga, pembentukan karakter, dan pembinaan moral bagi generasi muda.

“Ini merupakan gagasan pemilik Malut United, bagaimana memberi hiburan bagi masyarakat Malut, tetapi juga mengangkat martabat anak-anak yatim piatu dan anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui sepak bola,” kata Direktur PT Malut Sejahtera Dirk Soplanit di Ternate, Jumat, bersama perwakilan akademi sepak bola Benfica.

Menurut Dirk, Akademi Merah Putih dirancang sebagai proyek jangka panjang untuk mencetak pemain profesional dan membangun generasi muda berdisiplin, berakhlak, dan bersemangat kebinekaan.

Akademi akan mulai merekrut anak usia 7 hingga 9 tahun dengan kuota awal 70 orang setiap tahun, terdiri atas 45 anak Muslim dan 25 anak Nasrani.

Seluruh peserta akan dibina secara terpusat melalui sistem pendidikan dan pelatihan terpadu yang tidak menitikberatkan kemampuan teknik sepak bola, dan membentuk karakter, moral, dan disiplin.

“Mereka digodok menjadi pemain handal sekaligus memiliki moral dan disiplin yang baik,” ujar Dirk.

Ia mengatakan, peserta Muslim akan mendapatkan pendidikan berbasis pesantren dengan penguatan akhlak, pembelajaran Al-Qur’an, dan pendidikan keimanan, sedangkan anak Nasrani akan dibina untuk menjalankan nilai-nilai agama dan moral sebagai fondasi membangun karier sepak bola profesional.

Baca juga: Malut United gandeng SL Benfica bangun akademi sepak bola usia dini

“Jadi bukan hanya menjadi pemain sepak bola, tetapi juga manusia yang berakhlak,” katanya.

Program ini akan melibatkan Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara dan Dinas Pendidikan agar seluruh peserta tetap memperoleh pendidikan formal.

Peserta juga akan mendapatkan pelajaran bahasa Inggris dan bahasa Arab guna menunjang kemampuan komunikasi mereka di tingkat internasional.

Manajemen Malut United juga menyiapkan tenaga pengajar dari Jawa yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan pesantren serta pembinaan pendidikan karakter.

Dirk menambahkan, kerja sama dengan Benfica akan terus dievaluasi sesuai perkembangan program dan harapan manajemen Malut United.

“Tidak selamanya mereka harus gabung ke Malut United. Yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa sukses dan mengangkat derajat keluarganya,” pungkas Dirk.

Baca juga: PSIM naik peringkat setelah atasi Malut United 2-0

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |