Malaysia sesalkan junta Myanmar belum jalankan 5PC sepenuhnya

2 hours ago 3

Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia menyatakan sangat menyesalkan junta militer Myanmar yang hingga kini belum melaksanakan Konsensus Lima Poin (5PC) ASEAN secara penuh, meski krisis di Myanmar sudah memasuki tahun kelima.

“Malaysia sangat menyesalkan bahwa junta masih enggan melaksanakan 5PC secara bermakna dan penuh,” kata Wakil Menlu Malaysia Lukanisman bin Awang Sauni di Dewan Rakyat, Kuala Lumpur, Kamis.

Menurut Lukanisman, ketidakpatuhan junta itu membuat rakyat Myanmar tetap menderita akibat konflik berkepanjangan dan terhambatnya bantuan kemanusiaan dari negara-negara luar.

“Malaysia dan negara tetangga merasakan dampak langsung, termasuk meningkatnya pengungsi serta ancaman kejahatan lintas batas seperti penyelundupan narkoba dan sindikat penipuan daring,” jelasnya.

Lukanisman menegaskan sikap Malaysia terhadap situasi Myanmar tetap jelas dan konsisten hingga saat ini.

Baca juga: Sekjen: ASEAN tegaskan tetap terus terlibat tangani konflik Myanmar

Berlandaskan 5PC ASEAN, Malaysia mendukung upaya ASEAN menghentikan kekerasan, mendorong dialog politik inklusif, dan memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan kepada seluruh komunitas terdampak.

Para pemimpin ASEAN pada KTT ASEAN ke-47, Oktober 2025, menegaskan kembali ASEAN Leaders’ Review and Decision on the Implementation of the Five-Point Consensus untuk memastikan komitmen berkelanjutan penyelesaian damai di Myanmar.

Dokumen itu untuk pertama kalinya juga menyinggung pemilu Myanmar, menekankan setiap proses harus adil, bebas, transparan, dan sesuai hukum serta norma internasional.

Malaysia menegaskan pemilu di Myanmar harus berlandaskan prinsip inklusif dan mencerminkan aspirasi rakyat sejati.

Isu pemilu juga dibahas dalam Sesi Retret Menlu ASEAN di Cebu, Filipina, pekan lalu, di mana Malaysia menyampaikan keprihatinan terhadap jalannya pemilu yang tidak memenuhi prinsip yang ditetapkan.

Menlu Malaysia mengusulkan agar ASEAN mengeluarkan Pernyataan Bersama terkait pemilu Myanmar, namun gagal mencapai kesepakatan karena perbedaan pandangan antaranggota.

“Pertemuan menyepakati ASEAN terus memantau ketat perkembangan pasca-pemilu Myanmar,” kata Lukanisman.

Baca juga: ASEAN kecam serangan udara ke RS Mrauk-U Rakhine, Myanmar

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |