Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu pemulihan pascabencana

1 hour ago 1

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat meminta PT Semen Padang membantu mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak di daerah itu pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025.

"Memang usulan dan data kerusakan yang telah tertuang dalam dokumen R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana) Padang Pariaman akan dibantu oleh pemerintah pusat. Namun, waktu pelaksanaannya masih sangat tentatif," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Kamis.

Ia mengatakan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana di Padang Pariaman harus segera dilakukan karena berdampak pada akses masyarakat serta pendistribusian logistik dan perekonomian warga.

Ia menyebutkan usulan perbaikan akses masyarakat kepada PT Semen Padang tersebut yaitu pembangunan jembatan gantung di lokasi terdampak bencana salah satunya Jembatan Sipisahan di Nagari Anduring, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

Hingga kini, lanjutnya warga masih membutuhkan infrastruktur tersebut untuk kelancaran akses guna menunjang aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Komitmen percepat pemulihan, BNPB resmikan huntara di Aceh Utara

"Ini menjadi tanggung jawab moral kita bersama. Jika bisa dipercepat (perbaikan infrastruktur) melalui dukungan pihak lain, tentu akan jauh lebih baik,” katanya.

Ia menyampaikan proposal pembangunan jembatan gantung tersebut telah diserahkannya kepada Direktur PT Semen Padang di daerah itu pada Rabu (4/2).

Bersamaan dengan proposal permohonan bantuan pembangunan jembatan gantung tersebut, lanjutnya pihaknya juga meminta perusahaan BUMN itu untuk mendukung kegiatan Pacu Kuda Padang Pariaman yang akan dilaksanakan akhir Maret 2026.

Kegiatan tersebut tidak saja untuk menggerakkan pariwisata dan olahraga daerah namun juga mendongkrak perekonomian masyarakat pasca terdampak bencana hidrometeorologi.

Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan dan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Padang Pariaman yang sejak 2025 dijadikan sebagai agenda strategis daerah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sebelumnya, Pemerintah terus mengupayakan memulihkan akses transportasi masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat yang terputus baik karena jalan amblas, terban, dan longsor maupun jembatan rusak dan ambruk pasca mengalami bencana hidrometrologi yang terjadi pada akhir 2025.

"Pemerintah membangun jembatan bailey di tiga lokasi, dua telah beroperasi, satu lagi sedang dikerjakan," kata Sekretaris Daerah Padang Pariaman Rudy Repenaldi Rilis di Parik Malintang.

Meskipun sejumlah infrastruktur masih dalam upaya perbaikan mulai dari jembatan, jalan hingga irigasi namun saat ini pelayanan publik baik di bidang pemerintahan, kesehatan maupun pendidikan sudah berjalan normal.

Baca juga: Taruna Akpol bersihkan pasar dari lumpur banjir di Aceh Tamiang

Baca juga: Pemkab Agam usulkan program padat karya Rp3,8 miliar di daerah bencana

Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |