Moskow (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan mengunjungi Siprus pada Senin (9/3), lebih dari sepekan setelah pangkalan Inggris di pulau tersebut diserang drone di tengah meningkatnya eskalasi di Timur Tengah, lapor surat kabar Prancis Le Figaro, Minggu (8/3) dengan mengutip Istana Elysee.
Selama kunjungan tersebut, Macron diperkirakan akan bertemu Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis.
Para pemimpin itu dilaporkan akan membahas penguatan keamanan di sekitar Siprus dan kawasan Mediterania timur guna mendorong deeskalasi di wilayah tersebut.
Sebelumnya pada pekan ini, juru bicara pemerintah Siprus Konstantinos Letymbiotis mengatakan serangan drone menyebabkan kerusakan ringan pada pangkalan udara Inggris Akrotiri.
Inggris, bersama Prancis, Spanyol, Belanda, Italia, dan Yunani, mengumumkan pengerahan tambahan pasukan ke Siprus.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
AS dan Israel pada awalnya menyatakan bahwa serangan “pencegahan” tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang mereka anggap berasal dari program nuklir Iran.
Namun, kemudian keduanya juga menyatakan ingin melihat terjadinya perubahan kekuasaan di Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Macron beri dukungan Spanyol setelah Trump ancam putus perdagangan
Baca juga: Cameron tawari Prancis pangkalan udara di Siprus
Baca juga: Presiden Prancis desak Turki hentikan aktivitas ilegal di ZEE Siprus
Penerjemah: Primayanti
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































