Lin Chun Yi pertegas dominasi Taiwan dalam All England 2026

5 days ago 11

Jakarta (ANTARA) - Tunggal putra Taiwan Lin Chun Yi menambah koleksi gelar bagi negaranya pada All England Open 2026 setelah menundukkan atlet India Lakshya Sen pada partai final.

Dalam pertandingan di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Minggu, Lin menang dua gim langsung 21-15, 22-20.

Kemenangan tersebut melengkapi sukses Taiwan setelah ganda campuran Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan merebut gelar juara setelah menundukkan unggulan kelima wakil Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue dengan 21-19, 21-18.

Hasil itu juga membuat Lin mempertahankan rekor sempurna atas Sen dengan lima kemenangan sepanjang pertemuan.

Lin tampil agresif sejak awal pertandingan. Ia langsung membuka gim pertama dengan tiga poin beruntun dan memanfaatkan pertahanan solid untuk menjaga keunggulan.

Sen sempat mendekat melalui serangan ke area depan, tetapi Lin kembali menjauh berkat variasi pukulan tajam yang membuatnya memimpin 11-9 saat interval.

Setelah jeda, Lin makin menguasai permainan. Pebulu tangkis kidal itu memperlebar jarak hingga 18-13 sebelum menutup gim pertama dengan 21-15 dalam waktu 24 menit.

Baca juga: Ganda campuran non-unggulan Taiwan ukir sejarah juarai All England

Memasuki gim kedua, Lin kembali memulai dengan baik dengan mencetak dua poin awal. Namun Sen mulai menemukan ritme permainan dan berbalik unggul 3-2.

Pertandingan kemudian berlangsung lebih sengit. Kedua pemain terlibat reli panjang dan saling mengejar angka hingga kedudukan 4-4.

Sen sempat mengambil momentum dan memimpin cukup jauh 9-4. Meski demikian, Lin perlahan memangkas ketertinggalan dengan permainan reli dan lob serangannya hingga menutup jarak menjadi 8-10. Sen tetap memimpin saat interval dengan skor 11-8.

Setelah interval, Sen masih menjaga keunggulan hingga 14-13. Namun Lin kembali menemukan momentum setelah dropshotnya gagal dikembalikan sehingga kedudukan kembali imbang.

Lin berbalik memimpin 16-15, tetapi Sen terus memberikan perlawanan hingga skor kembali sama kuat 18-18.

Duel menegangkan terjadi pada poin-poin akhir. Lin memperoleh match point pada kedudukan 20-19, tetapi Sen memaksakan deuce setelah reli panjang.

Tekanan Lin akhirnya berbuah hasil ketika pukulan Sen melebar di tengah intensitas permainan yang tinggi. Lin pun menang 22-20 untuk mengunci gelar tunggal putra All England 2026.

Baca juga: Raymond/Nikolaus banyak belajar dari ganda nomor satu dunia

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |