Manado (ANTARA) - Humas Basarnas Sulawesi Utara Nuriadin Gumeleng menyatakan bahwa lima korban kecelakaan terbakarnya KM Anaya di laut Maluku dievakuasi ke rumah sakit.
"Tim SAR gabungan tiba di dermaga pada pukul 23.55 WITA (Kamis, 26/3), dan seluruh korban langsung diserahkan kepada tim medis untuk mendapatkan penanganan," kata Nuriadin di Manado, Jumat.
Baca juga: KM Barcelona V terbakar, Dompet Dhuafa buka pos layanan kesehatan
Salah satu korban atas nama Yanto Sumelung dirujuk ke RSUP Prof Kandou Manado dalam kondisi kritis.
Selanjutnya, pada Jumat pukul 01.30 WITA, empat korban lainnya tiba di Dermaga Satrol TNI AL Bitung dan langsung mendapatkan perawatan intensif sebelum dirujuk ke rumah sakit.
"Setelah ditemukannya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan dedikasi dalam pelaksanaan operasi," katanya.
Sementara itu, rescue boat saat ini berada di Dermaga Satrol TNI AL Bitung dan direncanakan bergeser ke Likupang pada pukul 06.00 WITA serta diperkirakan tiba pada pukul 08.00 WITA.
Nuriadin menyebutkan unsur SAR yang terlibat dalam operasi tersebut meliputi Tim Rescue Kantor SAR Manado, Unit Siaga SAR Bitung dan Likupang, Polairud, TNI AL, BPBD Bitung, instansi kesehatan, serta berbagai unsur pendukung lainnya dengan puluhan personel.
Alat utama SAR yang digunakan, antara lain Rescue Car, Rigid Buoyancy Boat (RBB), speedboat, peralatan komunikasi, peralatan medis, serta berbagai armada ambulans dari instansi terkait.
Baca juga: Kapal motor terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa
Baca juga: 70 korban selamat KM Santika Nusantara tiba di Surabaya
"Basarnas Sulawesi Utara mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat, sehingga operasi SAR dapat berjalan dengan lancar dan seluruh korban berhasil diselamatkan," ujarnya.
Seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan, yaitu Yanto Sumelung, Yornes Gumolobe, Niklas Amtade, Nestar Sumelung, dan Fenli Yosep.
Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































