Probolinggo siapkan jembatan darurat menuju Air Terjun Madakaripura

4 hours ago 4

Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur bergerak cepat dengan menyiapkan jembatan darurat menuju Air Terjun Madakaripura setelah jembatan ambruk dan jalan ambles akibat longsor hingga memutus akses menuju objek wisata di Desa Negororejo itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Lumbang melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pada Sabtu.

"Jembatan tersebut merupakan infrastruktur lama yang dibangun sekitar tahun 1980-an dan kondisinya sudah rapuh, sehingga tidak mampu menahan cuaca ekstrem dan ambruk," kata Sekda Probolinggo Ugas Irwanto usai meninjau lokasi di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang.

Baca juga: Jembatan tersambung, warga Gayo Lues terbebaskan dari keterisolasian

Dalam beberapa waktu terakhir Kabupaten Probolinggo banyak dilanda bencana sehingga lebih memprioritaskan penanganan jembatan yang putus dan ambruk akibat bencana. Oleh karena itu, perbaikan jembatan tersebut belum sempat dilakukan secara menyeluruh.

Sebagai langkah cepat, lanjut dia, Pemkab Probolinggo akan melakukan pembersihan material serta asesmen teknis untuk percepatan pembangunan jembatan darurat. Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk penyedia jembatan darurat jenis Bailey.

"Kami sudah perintahkan BPBD, Dinas PUPR dan tim terkait untuk segera melakukan asesmen. Dalam waktu dekat akan dibangun jembatan darurat agar akses bisa kembali dilalui, minimal untuk kendaraan roda dua," tuturnya.

Baca juga: Menteri PU pastikan bangun jembatan yang putus akibat banjir di Jember

Ia menjelaskan akses jembatan ditutup total sementara demi keselamatan, sehingga masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif yang tersedia sambil menunggu pembangunan jembatan darurat.

"Hari ini kami tutup total, masyarakat tidak boleh melintas karena berbahaya. Kami minta perangkat desa dan Forkopimka segera melakukan sosialisasi. Insya Allah dalam 2 hingga 3 hari ke depan jembatan darurat sudah bisa digunakan," katanya.

Jembatan yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Duren atau Curah Soyo tersebut ambruk pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB setelah diguyur hujan deras.

Petugas juga sudah memasang garis polisi (police line) di lokasi untuk menghindari risiko bagi warga dan dilarang mendekat ke area tersebut karena sangat berbahaya.

Baca juga: Jembatan putus, warga Sibio-bio terobos sungai angkut hasil pertanian

Baca juga: Kemen-PU siap bangun jembatan putus di perbatasan Ponorogo-Trenggalek

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |