Karawang (ANTARA) - Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo menilai evaluasi dalam membantu kelancaran selama periode dan arus balik Lebaran 2026 turut didorong kolaborasi lintas sektor dan kepatuhan pengguna jalan.
Kolaborasi lintas sektor seperti Jasa Marga Group melalui Jasamarga Transjawa Tol, Kepolisian, serta Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kami melihat evaluasinya adalah dari tahun ke tahun memang semakin baik, baiknya dari mana yaitu kolaborasi. Tapi yang paling utama bagaimana pengguna jalan begitu sadar dan mendapatkan informasi lengkap,” kata Ria, kepada ANTARA di Kantor Jasamarga Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Sabtu malam.
Baca juga: Menhub evaluasi kemacetan arus balik lintas timur Ketapang Lampung
Ria juga mengapresiasi pengguna jalan yang sudah mengikuti arahan dari pemerintah, Jasamarga Grup serta petugas di lapangan, khususnya dalam mengikuti rambu-rambu yang telah diberlakukan.
“Sehingga perjalanannya aman, lancar. Sampai dengan saat ini kami terinfo tingkat kecelakaan pun turun. Jadi ini menunjukkan luar biasa kerja sama dari pengguna jalan yang mengikuti arus mudik dan balik tahun ini,” ujar Ria.
Ria juga menilai kebijakan diskon tarif tol dan rekayasa lalu lintas dinilai efektif dalam mengurangi kepadatan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Baca juga: Daop 2 sebut diskon 30 persen dan WFA buat arus balik merata
Selain itu, dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan, termasuk penerapan work from anywhere (WFA), turut membantu mengurai lonjakan kendaraan.
“Ya betul, jadi dari sisi kebijakan WFA dan adanya penerapan potongan tarif tol yang diberikan di hari-hari yang tidak puncak,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Ria juga menyampaikan bahwa pada arus balik, kendala yang muncul terutama terkait kesiapan kendaraan, di mana tercatat adanya beberapa gangguan, seperti kendaraan yang berhenti di bahu jalan hingga kendaraan sumbu tiga.
“Memang untuk catatan-catatan ini menjadi evaluasi kami tahun ini dan kami juga sudah mengantisipasi dengan memberikan informasi rest area, kerja sama dengan kepolisian untuk buka-tutup di beberapa rest area yang berpotensi memberikan antrean mengganggu di lajur arus mudik dan balik,” imbuh dia.
Baca juga: Pelni catat 18.253 penumpang berangkat dari Priok selama Lebaran 2026
Baca juga: Kapolri: Puncak arus balik terlewati, kecelakaan turun 7,8 persen
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































