Lima banjir bandang susulan terjadi di Maninjau Agam sepanjang Kamis

3 hours ago 5
Sudah lima kali banjir bandang melanda Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, semenjak Kamis (1/1) pagi sampai sore

Lubuk Basung (ANTARA) - Sebanyak lima kali banjir bandang melanda Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terjadi selama Kamis (1/1/2026).

"Sudah lima kali banjir bandang melanda Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, semenjak Kamis (1/1) pagi sampai sore," kata Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar di Lubuk Basung, Kamis.

Ia mengatakan banjir bandang terjadi secara berturut-turut semenjak pukul 12.00 WIB, akibat longsor susulan terjadi di Kelok 28 dan Kelok 42.

Setelah itu berhenti dan material banjir bandang kembali turun berupa lumpur dan bebatuan menuju arah Pasar Maninjau atau Simpang Maninjau.

Baca juga: 40 rumah terdampak banjir bandang di Pasar Maninjau Agam

"Ini mengingat Sungai Muaro Pisang tertimbun material tanah, sehingga mengalir ke lokasi lain ke arah Simpang Maninjau," katanya.

Material banjir, lanjut dia, memasuki rumah warga sehingga merusak sejumlah rumah di lokasi tersebut.

Untuk itu ia mengimbau warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan, karena sewaktu-waktu material akan turun dalam kondisi hari tidak hujan.

"Warga sekitar telah mengungsi ke mushala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah, dengan jumlah sekitar 200 orang," kata Muzakar.

Baca juga: BPBD Agam: Banjir bandang kembali melanda Maninjau di awal tahun

Ia menambahkan alat berat yang bekerja membuang material banjir tersebut secara tentatif. Apabila banjir bandang susulan tidak terjadi, maka alat berat langsung bekerja dalam membuka akses jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi.

Namun saat banjir bandang kembali turun, kata dia, alat berat berhenti bekerja untuk sementara waktu.

Di hulu Sungai Muaro Pisang, tambahnya, masyarakat yang berada di lokasi diminta untuk memberitahukan apabila terjadi longsor susulan ke masyarakat yang ada di bawah.

"Saat tanah longsor terjadi, langsung dilaporkan ke bawah, sehingga pembersihan material dihentikan," kata Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar.

Baca juga: BPBD Agam: 12 rumah terendam banjir di Tapian Kandih Agam

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |