Ketika satwa menjadi cermin wajah kota

3 hours ago 3

Surabaya (ANTARA) - Pagi di kawasan Darmo, Kota Surabaya, Jawa Timur, selalu punya ritme yang khas. Lalu lintas bergerak cepat, pedagang kaki lima mulai membuka lapak, dan di balik pagar tinggi Kebun Binatang Surabaya (KBS), suara satwa bersahut-sahutan seperti menandai denyut kota yang tak pernah benar-benar diam.

Dalam beberapa waktu terakhir, wajah di bagian depan KBS menjadi sorotan tersendiri. Area pintu masuk, plaza, hingga lanskap patung Sura dan Baya tak lagi sekadar titik orientasi, melainkan simbol dari upaya besar penataan ulang ruang publik yang sarat makna.

Pemerintah Kota Surabaya memulai langkah peremajaan KBS dengan pendekatan visual dan pengalaman. Pintu masuk dan keluar akan diintegrasikan, plaza ditata ulang, dan area depan dibuka lebih luas agar terasa menyatu dengan ruang kota.

Di balik konsep itu, terdapat gagasan sederhana namun penting bahwa sebuah kebun binatang bukan hanya tempat satwa, tetapi juga pintu masuk pengalaman kota.

Transformasi ini menandai pergeseran cara memandang KBS, dari sekadar tujuan rekreasi menjadi ruang interaksi publik yang lebih modern, terbuka, dan inklusif.

Pertanyaannya, sejauh mana penataan fisik mampu menjawab tantangan yang lebih dalam, yakni identitas, keberlanjutan, dan daya saing wisata edukasi di tengah perubahan selera masyarakat kota?


Konservasi wisata

Kebun Binatang Surabaya bukan sekadar ruang hijau di tengah kota besar. Ia adalah institusi konservasi yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang Surabaya sebagai kota modern. Dalam beberapa tahun terakhir, KBS menunjukkan tren kunjungan yang stabil, bahkan meningkat.

Data pengelola mencatat lebih dari dua juta pengunjung pada 2025, naik sekitar lima hingga sepuluh persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menandakan bahwa KBS masih menjadi ruang favorit keluarga untuk rekreasi edukatif yang terjangkau.

Arsip - Seorang anak memberi makan unta saat berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada musim liburan 2025. (ANTARA-HO/Diskominfotik Surabaya)

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |