Jakarta (ANTARA) - Direktur Teknik Indonesia Pingpong League (IPL) Anton Suseno mengatakan penyelenggaraan liga tenis meja yang berkualitas, menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuan atlet Indonesia, agar mampu bersaing dan meraih prestasi di ajang internasional.
Menurut dia, kompetisi yang terstruktur memberi ruang bagi atlet untuk berlatih sekaligus menguji kemampuan melalui pertandingan yang diikuti dengan konsisten.
"Jadi dasar pertama kami memilih atlet untuk dikirim ke ajang internasional adalah melalui database yang ada di liga, dari liga itu IPL melihat perkembangan kemampuan atlet seperti apa," kata Anton dalam konferensi pers bertema Sinergi Ekosistem Tenis Meja Untuk Prestasi Internasional di Jakarta, Senin malam.
Dia menjelaskan, keberadaan liga tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pemantauan perkembangan atlet yang dapat diproyeksikan untuk membela Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.
Baca juga: Sekjen IPL: Atlet tenis meja Indonesia tembus 100 besar peringkat ITTF
Saat ini sudah ada 139 klub yang mengikuti liga tenis meja yang terbagi ke dalam tujuh zona, yakni Sumatera, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi. Dari hasil liga, IPL akan menyeleksi para atlet yang layak dikirim untuk berlaga di ajang internasional.
"Kalau ada tempat berlatih dan ada tempat kompetisinya teratur, prestasi pasti bisa jauh meningkat," ujar dia.
Selain itu, liga juga dinilai mampu membangun ekosistem olahraga yang sehat karena klub memiliki ruang untuk membina atlet, sekaligus menunjukkan hasil pembinaan mereka melalui kompetisi.
Anton menambahkan IPL terus mendorong pengelola klub untuk menyediakan fasilitas latihan yang memadai bagi atlet binaannya, sekaligus membantu mewujudkan pengembangan tersebut.
Dia juga menyebut, IPL bersama Kemenpora dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) memberikan dukungan agar atlet tenis meja Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk tampil dan bersaing di level internasional.
Contohnya saat persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand, sejumlah atlet juga sempat mengikuti pemusatan latihan nasional yang diselenggarakan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Baca juga: Atlet tenis meja butuh proses untuk berprestasi di Asian Games 2026
Hal itu dilakukan, tambah dia, karena atlet Indonesia berpotensi besar untuk mendulang medali bagi bangsa dan negara di berbagai ajang internasional.
Oleh sebab itu, IPL akan terus mendorong peningkatan kemampuan (skill) para atlet, baik dari sisi teknik maupun fisik.
Direktur Teknik IPL itu mencontohkan atlet pingpong Indonesia Muhammad Naufal Junindra Irawan yang kini berumur 18 tahun. Dia merupakan juara World Table Tennis (WTT) Youth Contender Dubai pada Oktober 2025. Selain itu, Naufal juga berhasil meraih medali perunggu di SEA Games 2025 Thailand, di Bangkok pada Desember.
Prestasi terakhir yakni menembus 16 besar WTT Youth Smash Singapore mengantarkannya untuk menempati peringkat ke-86 dunia untuk kategori Youth (U-19).
Sementara, saat SEA Games 2025 Thailand, Bima Abdi Negara, selaku atlet senior juga mampu meraih medali perak. Hal itu membuktikan, lanjut dia, atlet Tanah Air berpotensi besar untuk kembali mendominasi olahraga tenis meja di dunia.
Indonesia Pingpong League (IPL) adalah liga tenis meja profesional di Indonesia yang berfokus dalam pengembangan atlet melalui kompetisi terstruktur dari tingkat zona hingga kualifikasi global guna meningkatkan daya saing Indonesia di peringkat dunia (world ranking).
Organisasi itu kini menjadi satu-satunya organisasi tenis meja di Indonesia yang diakui oleh International Table Tennis Federation (ITTF).
Baca juga: KONI Pusat tegaskan hanya akui PB PTMSI tangani tenis meja Indonesia
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































