Lenovo hadirkan AI Stabilizer untuk kamera wasit di Piala Dunia 2026

3 hours ago 2

Hong Kong (ANTARA) - Perusahaan teknologi Lenovo menghadirkan inovasi berupa AI Stabilizer untuk kamera wasit atau RefCam yang mampu menstabilkan gambar secara langsung di Piala Dunia 2026.

Chief Technology and Delivery Officer Solutions & Services Group Lenovo, Art Hu mengatakan bahwa inovasi ini menjawab tantangan kualitas siaran langsung yang sebelumnya terkendala gerakan kamera saat wasit berlari di lapangan.

"Cerita di balik kemitraan dengan FIFA ini adalah ketika kami pertama kali meluncurkan RefCam pada tahun 2025. Perangkat ini tidak berfungsi dengan baik untuk siaran," ujar Art Hu dalam acara Lenovo Tech World 2026 di Hong Kong, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa RefCam pernah digunakan pada Piala Dunia Antar Klub pada 2025.

Baca juga: FIFA gandeng Lenovo sebagai mitra teknologi pertama Piala Dunia 2026

Meskipun mendapat sambutan positif dari penyiar dan penggemar, kualitas gambar yang dihasilkan masih belum optimal karena pergerakan wasit yang intens saat bertugas.

Ia mengungkapkan bahwa sepak bola menghadirkan gerakan intens, berlari, dan berputar yang membuat olahraga ini terasa nyata.

Tantangan itulah yang mendorong Lenovo dan FIFA mengembangkan teknologi AI Stabilizer untuk memperbaiki kualitas visual secara langsung.

"Fitur ini menggabungkan teknologi AI terbaru, yang sejalan dengan cara FIFA mengembangkan permainan. Ini bukan hanya teknologi, tetapi sebenarnya membantu memajukan sepak bola," tegas Art Hu.

Pada kesempatan yang sama, Chief Business Officer FIFA, Romy Gai mengungkapkan bahwa RefCam tidak hanya berfungsi untuk memeriahkan siaran tetapi juga memiliki misi edukasi kepada publik tentang betapa beratnya tugas wasit di lapangan.

Baca juga: Irak minta jadwal ulang playoff Piala Dunia 2026 imbas konflik AS-Iran

"Ini mungkin menunjukkan kompleksitas tugas seorang wasit. Seberapa cepat permainan berlangsung, di mana mereka harus berada, selalu pada waktu yang tepat, pada saat yang tepat, mampu menjadi bagian dari permainan," ujar Romy Gai.

Romy mengatakan, FIFA menyebut wasit sebagai tim pertama karena mereka menentukan kualitas hasil pertandingan itu sendiri.

Hadirnya teknologi AI yang mampu menstabilkan semua gambar secara langsung, kualitas siaran kini menjadi sesuatu yang benar-benar dapat dinikmati dan dialami secara langsung oleh penggemar.

Dengan hadirnya RefCam yang telah distabilkan dengan AI, Romy berharap publik dapat lebih memahami dan menghargai pekerjaan wasit.

Lebih lanjut, FIFA berencana menerapkan teknologi RefCam dengan AI Stabilizer di berbagai turnamen secara berkelanjutan.

Setelah diperkenalkan pada Piala Dunia Antarklub, teknologi ini akan digunakan di Piala Dunia Pria 2026, kemudian dilanjutkan untuk Piala Dunia Wanita pada musim panas mendatang.

"Kami ingin menerapkannya semaksimal mungkin karena hasilnya sangat menarik. Ini merupakan tambahan yang baik untuk kualitas siaran, dan dengan demikian menjadi kesempatan bagi para penggemar untuk lebih menikmati siaran," kata Romy.

Baca juga: TVRI tambah pemancar di daerah blank spot jelang Piala Dunia 2026

Baca juga: Kaka yakin Ancelotti mampu bawa Brasil bersinar di Piala Dunia 2026

Baca juga: Perang dan sepak bola, si kulit bundar dalam konflik AS-Iran

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |