Legislator minta konstruksi jalan di Jakarta tahan genangan

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta Dinas Bina Marga agar memperhatikan konstruksi jalan sehingga jika terjadi banjir, dapat bertahan dan tidak rusak seperti saat ini.

"Jika setiap banjir jalan kembali rusak, ini patut menjadi evaluasi serius," kata Kenneth yang merupakan Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta.

Menurut dia, Dinas Bina Marga DKI harus segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap ruas jalan yang terdampak banjir. Terlebih, setelah banjir, kondisi sejumlah ruas jalan di Jakarta mengalami kerusakan yang cukup parah.

Seperti diketahui, hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Jakarta beberapa waktu lalu menyebabkan ribuan titik jalan rusak dan berlubang, dengan total 8.528 titik telah ditangani sementara hingga awal Februari 2026.

Kenneth mengatakan wilayah yang parah terdampak, yaitu Penjaringan, Jakarta Utara, seperti di Jalan Gedong Panjang dan Mitra Bahari, serta wilayah Jakarta Barat.

Dia menilai banyaknya jalan yang berlubang, terkelupas, dan ambles tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan warga, khususnya pengendara roda dua dan roda empat.

"Jalan merupakan infrastruktur dasar yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan publik. Ketika kondisinya rusak dan tidak segera ditangani, dampaknya sangat luas, mulai dari kemacetan, meningkatnya risiko kecelakaan, hingga naiknya biaya transportasi masyarakat," ujar Kent, sapaan akrabnya.

Baca juga: Pramono minta jalan berlubang di Jakarta segera diperbaiki

Lebih lanjut, dia mengatakan banjir memang menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan. Namun, dia menegaskan persoalan ini tidak bisa semata-mata dibebankan pada faktor alam.

Karena, kata dia, kejadian banjir di Jakarta bukan hal baru. Artinya, seharusnya sudah ada antisipasi melalui perencanaan konstruksi jalan yang lebih tahan genangan, sistem drainase yang optimal, serta pemeliharaan yang konsisten.

"Perbaikan darurat memang perlu untuk mencegah kecelakaan, tetapi solusi permanen harus menjadi fokus utama. Jangan sampai setiap tahun kita hanya melakukan tambal sulam tanpa perbaikan yang berkelanjutan," tutur Kent.

Di sisi lain, dia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran perbaikan jalan.

Dia pun berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi pengawasan secara ketat agar anggaran yang digelontorkan benar-benar menghasilkan kualitas pembangunan yang baik dan tahan lama.

Selain perbaikan jalan, dia juga mengingatkan agar penanganan dilakukan secara terintegrasi dengan upaya pengendalian banjir. Normalisasi dan naturalisasi sungai, perbaikan drainase, pengendalian tata ruang, serta penegakan aturan terkait alih fungsi lahan harus berjalan beriringan.

"Tanpa penanganan banjir yang serius dan berkelanjutan, perbaikan jalan akan terus mengulang siklus kerusakan yang sama. Saya berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendorong kebijakan yang berpihak pada keselamatan serta kenyamanan warga," ungkap Kent.

Dia juga mengharapkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja lebih responsif, terencana, dan profesional demi menghadirkan infrastruktur yang aman dan layak bagi masyarakat Jakarta.

Baca juga: Belum ada aspal yang tahan hujan dan beban kendaraan di Jakarta

Baca juga: Pramono sebut 6.000 titik jalan berlubang di Jakarta sudah diperbaiki

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |