Doha (ANTARA) - Sebuah ledakan di stasiun distribusi gas di kota industri Ras Laffan, Qatar, menewaskan 13 orang, termasuk warga negara India dan Pakistan, kata Menteri Energi Qatar Saad bin Sherida Al Kaabi pada Senin.
"Tragedi ini telah merenggut nyawa 13 karyawan kami yang berasal dari India dan Pakistan. Sebanyak 66 karyawan lainnya terluka dan saat ini dirawat di rumah sakit. Kondisi kesehatan mereka tidak terlalu mengkhawatirkan," katanya saat konferensi pers.
Di antara para korban luka, terdapat warga negara Qatar, Asia, dan Afrika. Menteri energi itu mengatakan ledakan tersebut tidak terkait dengan aksi militer atau sabotase.
"Insiden di stasiun distribusi gas Barzan, yang menjadi lokasi ledakan, tidak berdampak negatif terhadap lingkungan," katanya.
Baca juga: Ledakan gas di Tianjin China luka 23 orang
Ledakan tersebut juga tidak berpengaruh terhadap volume ekspor atau pasokan dalam negeri.
Pada saat yang sama, Al Kaabi belum dapat memastikan kapan fasilitas tersebut dapat kembali beroperasi karena masih perlu dilakukan penilaian kerusakan secara menyeluruh.
Menurut dia, pabrik gas Barzan sudah ditutup sepenuhnya sejak Desember 2025 dan baru dibuka kembali dua hari yang lalu.
Sebelumnya, Minggu malam (21/6), menteri dalam negeri Qatar melaporkan adanya ledakan internal di fasilitas pasokan gas lokal Barzan di Kota Ras Laffan yang disebabkan oleh insiden teknis hingga menyebabkan beberapa orang terluka.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Serangkaian ledakan keras terdengar di Qatar dan Uni Emirat Arab
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































