Beirut (ANTARA) - Presiden Lebanon Joseph Aoun, Senin, mengatakan keputusan pihak-pihak berwenang di negaranya untuk bernegosiasi dengan Israel tidak berarti konsesi atau penyerahan diri, melainkan untuk mempertahankan hak eksklusif negaranya dalam mempertahankan kedaulatan.
"Jalan menuju penarikan pasukan Israel secara penuh tetap menjadi tuntutan nasional yang teguh dan takkan pernah ditinggalkan oleh siapa pun. Pemerintah Lebanon berupaya mewujudkan hal itu lewat negosiasi, yang bukan sebagai sikap kompromi maupun penyerahan diri, melainkan penegasan kembali hak eksklusif Lebanon untuk mempertahankan wilayah dan kedaulatannya," kata Presiden Aoun pada peringatan pembebasan Lebanon Selatan pasca-penarikan pasukan Israel di tahun 2000, seperti dikutip dalam pernyataan biro pers kantor kepresidenan Lebanon.
Lebanon Selatan berada di bawah pendudukan Israel sejak tahun 1978, ketika Israel melancarkan Operasi Litani dan memperkuat keberadaan militernya pasca-invasi tahun 1982, dengan mendirikan "zona keamanan" atas dukungan Tentara Lebanon Selatan.
Pada 25 Mei 2000, pasukan Israel mengakhiri penarikan pasukannya dari Lebanon selatan, sehingga tanggal tersebut diperingati oleh Lebanon sebagai Hari Perlawanan dan Pembebasan.
Presiden Aoun menekankan bahwa kesetiaan sejati terhadap kenangan pembebasan Lebanon Selatan terletak pada pembangunan negara yang akan menjadi penopang bagi seluruh warga negara, di mana kedaulatan menjadi tanggung jawab setiap warga Lebanon.
Hizbullah melancarkan serangan roket dan drone ke Israel pada 2 Maret di tengah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Sebagai balasan, Israel pun melancarkan serangan udara berskala besar terhadap sasaran-sasaran gerakan tersebut di pinggiran selatan Beirut, wilayah selatan dan timur Lebanon, serta melancarkan operasi darat di bagian selatan negara itu.
Pembicaraan langsung pertama antara Lebanon dan Israel di tingkat duta besar berlangsung di Washington pada 16 April lalu. Setelah pembicaraan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Meskipun ada kesepakatan resmi, Israel masih terus menyerang puluhan pemukiman di Lebanon selatan setiap hari dan tetap mengendalikan tembakan di sejumlah pemukiman perbatasan. Sebagai balasan, Hizbullah juga melancarkan operasi militer melawan pasukan Israel.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: 21 orang tewas dalam serangan udara Israel di Lebanon Selatan
Baca juga: Dua tewas, 10 luka-luka akibat serangan Israel di Lebanon selatan
Baca juga: Serangan Israel rusak rumah sakit di Lebanon Selatan
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































