Danantara Indonesia Trust luncurkan tiga kemitraan strategis

1 hour ago 2
Danantara Indonesia didirikan bukan hanya untuk mengelola aset dan investasi negara, tetapi juga untuk berkontribusi pada kemajuan sosial Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Danantara Indonesia Trust (DIT) meluncurkan tiga kemitraan strategis perdana di bidang kesehatan, pendidikan dan literasi budaya sebagai bagian dari penguatan program filantropi dan pembangunan sosial berkelanjutan di Indonesia.

Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia Trust dengan Kementerian Kesehatan, Yayasan Karya Salemba Empat, serta Museum dan Cagar Budaya atau Indonesia Heritage Agency.

“Danantara Indonesia didirikan bukan hanya untuk mengelola aset dan investasi negara, tetapi juga untuk berkontribusi pada kemajuan sosial Indonesia,” kata CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust Rosan Roeslani di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan Danantara Indonesia Trust dibentuk untuk memperluas kontribusi sosial Danantara Indonesia di luar pengelolaan investasi dan aset negara.

Menurut dia, Danantara Indonesia Trust akan berfokus pada sektor kesehatan, pendidikan, kebudayaan, serta air, sanitasi, dan higiene (water, sanitation, and hygiene/WASH).

Rosan mengatakan Danantara Indonesia juga bekerja sama dengan Gates Foundation untuk membangun lembaga filantropi yang kredibel, profesional, transparan, dan memiliki tata kelola yang baik.

Ia mengatakan program-program yang dijalankan diharapkan dapat memberikan dampak sosial yang positif, berkelanjutan, dan berkesinambungan bagi masyarakat.

Baca juga: COO Danantara: Sentralisasi ekspor SDA tak rugikan pelaku usaha

Baca juga: COO Danantara: Pemerintah bentuk holding kawasan industri BUMN

“Melalui Danantara Indonesia Trust, kami memperluas misi kami untuk memperkuat sumber daya manusia dan menjawab tantangan sosial, karena kami percaya bahwa penciptaan nilai jangka panjang harus berjalan seiring dengan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Rosan.

Dalam kemitraan bidang kesehatan, Danantara Indonesia Trust mendukung program kesehatan ibu dan anak melalui penyediaan vaksin heksavalen, penguatan rantai dingin (cold chain) vaksin, serta bantuan suplemen multiple micronutrient untuk ibu hamil dan ibu nifas guna membantu pencegahan stunting.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan dukungan awal dari Danantara Indonesia Trust untuk program kesehatan tersebut mencapai sekitar Rp250 miliar atau setara 15 juta dolar AS.

“Nah, tiga bantuan ini nilainya dari Danantara Trust itu kurang lebih Rp250 miliar atau 15 juta dolar AS,” ujar Budi.

Ia mengatakan dukungan filantropi diperlukan untuk memperkuat pembiayaan kesehatan nasional dan dapat menjadi katalis untuk menarik pendanaan lain dari lembaga donor internasional.

Budi menambahkan Indonesia masih menghadapi tantangan kesehatan dan gizi, termasuk hampir 960 ribu anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali serta angka kematian ibu yang masih tergolong tinggi di kawasan ASEAN.

Sementara itu, kerja sama dengan Yayasan Karya Salemba Empat mencakup program beasiswa selama tiga tahun bagi sekitar 500 mahasiswa kurang mampu di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut juga mencakup pendampingan (mentoring), pengembangan kepemimpinan, serta program kesiapan karier.

Danantara Indonesia Trust menyebutkan bahwa program tersebut penting, mengingat sekitar seperlima pemuda Indonesia usia 15–24 tahun berstatus tidak sekolah, tidak bekerja, atau tidak mengikuti pelatihan (Not in Education, Employment or Training/NEET).

Di bidang budaya, Danantara Indonesia Trust menjalin kerja sama dengan Museum dan Cagar Budaya untuk pengembangan Perpustakaan Danantara Indonesia Trust di Museum Nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan dukungan tersebut juga akan membantu revitalisasi dua bagian Museum Nasional yang terdampak kebakaran pada 2023.

“Terima kasih sekali lagi kepada Danantara Indonesia Trust. Kami sangat terbantu sekali terutama dengan museum, dengan perpustakaan,” ujar Fadli.

Ia mengatakan penguatan sektor budaya penting untuk menjadikan kekayaan budaya Indonesia sebagai national treasure dan soft power nasional.

Ketua Danantara Indonesia Trust Nuraini Razak mengatakan ketiga kemitraan tersebut dipilih untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang mendesak, mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga akses pendidikan dan literasi budaya.

“Melalui kolaborasi ini, program-program tersebut akan menjadi fondasi Danantara Indonesia Trust sebagai platform yang memobilisasi aksi kolektif, mendorong solusi berskala besar, dan menghadirkan dampak nyata di seluruh Indonesia,” ungkap Nuraini.

Ia menambahkan Danantara Indonesia Trust saat ini juga tengah membangun sistem tata kelola, mekanisme pengawasan, serta kerangka monitoring, evaluation, and learning (MEL) untuk memastikan efektivitas program-program yang dijalankan.

Baca juga: Danantara Indonesia Trust akan terima pendanaan filantropi dari dividen BUMN

Baca juga: DEN usul Danantara pakai platform tata niaga mineral Simbara untuk DSI

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |