Labu siam untuk berbuka ibu rengut nyawa sang anak

4 days ago 6
Sing ditampi iman islamna di caangkeun alam kuburna (semoga diterima iman islamnya dan diterangkan di alam kuburnya) saya tidak menyangka kalau nasib anak saya akan seperti itu

Cianjur (ANTARA) - Tanah itu masih merah dan basah. Di dalamnya terbujur jasad Minta (56) yang menghembuskan nafas terakhirnya setelah dua hari mengeluhkan sakit pada beberapa luka memar di sekujur tubuhnya.

Luka memar di sekujur tubuh Minta akibat dipukuli pemilik kebun labu siam yang melampiaskan amarah-nya karena memergoki aksi Minta mengambil labu siam. Minta terpaksa mengambil dua buah labu siam milik tetangganya itu untuk berbuka puasa bersama ibunya yang sudah berusia satu abad.

Ujang sang pemilik kebun geram karena kerap kehilangan labu. Saat mendapati Minta mengambil dua buah labu siam yang jika dirupiahkan senilai Rp2.000, Ujang langsung menghakiminya di depan rumah orang tuanya disaksikan keluarga dan warga.

Mereka hanya bisa melihat tanpa dapat berbuat banyak ketika Ujang melayangkan pukulan dan tendangan ke tubuh Minta yang tidak melakukan perlawanan, setelah beberapa saat barulah warga melerai aksi main hakim sendiri Ujang.

Minta hanya bisa mengeluh dan mengakui telah mengambil dua buah labu siam bukan mencuri karena sempat meminta izin pada pemilik untuk mengambil dua labu untuk berbuka puasa karena ia tidak mempunyai uang untuk membeli hidangan berbuka puasa.

Minta tidak memiliki pekerjaan. Namun ia selama ini harus merawat ibunya yang sudah sepuh dan hanya bisa terbaring di atas kasur tipis di ruang tengah rumah semi permanen yang mereka tempati.

Meminta pun bagi Minta adalah sebuah keterpaksaan karena ia benar-benar tidak memegang uang serupiah pun pada saat itu, bahkan dia berencana memasak labu tersebut tanpa nasi agar sang ibu tetap dapat berbuka puasa, kata leponakan Minta, Viqis (29).

Vigis mengisahkan sang paman tidak pernah mengeluh, dan tetap berusaha mencukupi kebutuhan ibunya. Bahkan tidak jarang paman-nya bekerja serabutan dengan harapan dapat terus merawat ibunya yang sakit-sakitan karena usia.

Paman dan neneknya itu, kerap mendapat bantuan dari keluarga dan warga sekitar yang ekonominya rata-rata sulit, sehingga tidak jarang sang paman juga pergi mencari pekerjaan yang dapat dia kerjakan di usia yang sudah setengah abad lebih itu.

Dia menduga selama ini pemilik kebun kerap kehilangan labu yang ditanam, tapi melimpahkan pada Minta yang sempat ditanya dan mengaku sudah meminta izin untuk mengambil dua buah labu yang akan dipakai berbuka puasa karena tidak memiliki uang dan beras.

"Kemungkinannya banyak yang mengambil selama ini tapi dilimpahkan ke paman saya seolah paman saya yang sering mencuri di sana, padahal saya tanyakan ketika itu, paman saya sudah bilang atau minta izin sebelum ngambil," katanya.

Pihak keluarga berharap ada keadilan bagi Minta yang tewas karena mengambil dua buah labu siam untuk bertahan hidup. Mereka meminta polisi memproses pelaku dengan hukuman setimpal karena sudah membuat Minta kehilangan nyawanya.

Pengembangan kasus

Kapolres Cianjur, Jawa Barat AKBP Alexander Yurikho Hadi saat mendatangi rumah duka korban tewas karena mengambil dua labu siam untuk hidangan berbuka bersama ibunya di Desa Tegalega, Kecamatan Cugenang,ANTARA/Ahmad Fikri. (Ahmad Fikri)

Pihak Kepolisian Resor Cianjur terus mengembangkan kasus penganiayaan yang menyebabkan nyawa Minta (56) warga Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, melayang setelah mendapat penganiayaan dari pemilik kebun Ujang Ahmad (41).

Pemilik atau pelaku yang menyebabkan korban meninggal saat ini sudah mendekam di ruang tahanan Polres Cianjur guna mempertanggungjawabkan perbuatannya .

Pelaku melampiaskan amarah-nya pada korban setelah sempat adu mulut dan menuding korban kerap mencuri labu siam yang ditanam-nya. P⁷elaku melayangkan pukulan dan tendangan ke tubuh korban secara membabi-buta hingga akhirnya korban terjungkal ke tanah.

Baca juga: Terlilit utang, seorang pria mencuri di rumah tetangganya di Jaksel

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |