Jakarta (ANTARA) - PT Bank Aladin Syariah Tbk mencatatkan kinerja positif hingga kuartal I 2026 dengan laba bersih Rp23,3 miliar dan total aset mencapai Rp15,1 triliun, serta jumlah nasabah aktif yang tumbuh 30,17 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Menurut perseroan, pencapaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah digital yang aman, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan nasabah.
“Kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama pertumbuhan Bank Aladin Syariah. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan yang kami capai juga dapat menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh nasabah,” kata Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Koko menyampaikan, perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem layanan syariah digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga mampu memberikan pengalaman perbankan yang lebih bermakna bagi setiap nasabah.
Sebagai bentuk apresiasi bank atas loyalitas dan kepercayaan nasabah, perseroan mengadakan Program Umrah bagi Nasabah Ala Pensiun.
Menurut perseroan, program ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas nasabah, melainkan juga mencerminkan komitmen perseroan dalam membangun hubungan jangka panjang yang memberikan nilai tambah.
Koko menjelaskan, sebanyak 15 nasabah Ala Pensiun telah diberangkatkan ke Tanah Suci pada 27 Juli dan akan kembali ke Tanah Air pada 5 Agustus 2026 mendatang.
Sebelum keberangkatan, seluruh jamaah telah mengikuti kegiatan manasik umrah. Koko berharap agar seluruh peserta diberikan kesehatan, kelancaran, serta kemudahan dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Program juga ini menjadi kelanjutan dari tahap pertama pada 27 Januari hingga 4 Februari 2026 lalu, bekerja sama dengan biro travel PT Umroh Madani Amanah (UMA).
Perseroan menyatakan bahwa ke depan, pihaknya terus menghadirkan berbagai program dan inovasi yang memberikan manfaat berkelanjutan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah yang inklusif dan bernilai.
Baca juga: Mirae Asset: Pasar keuangan masih resilien usai Gubernur BI mundur
Baca juga: BI DKI minta penyelenggara perkuat deteksi transaksi mencurigakan
Baca juga: BI DKI perkuat pengawasan penyelenggara jasa sistem pembayaran digital
Baca juga: Danantara ambil alih 4 manajer investasi BUMN total AUM Rp170 triliun
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































