Kurangi risiko kebakaran, Pemkot Jaktim gencarkan penggunaan kompor listrik

12 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menggencarkan sosialisasi penggunaan kompor listrik sebagai alternatif yang lebih aman untuk mengurangi risiko kebakaran.

"Ya, betul, salah satu solusi mengurangi dan mencegah terjadinya kebakaran, yakni menggunakan kompor listrik," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin dalam acara lomba memasak di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin.

Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan energi listrik yang lebih efisien dan aman di lingkungan rumah tangga.

Selain itu, penggunaan kompor listrik juga dapat mengurangi risiko kebocoran bahan bakar yang selama ini menjadi salah satu penyebab kebakaran di lingkungan permukiman.

Sebagai salah satu kebijakan yang terus disosialisasikan, Pemkot Jaktim juga mewajibkan setiap lingkungan RT hingga rumah tangga memiliki alat pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi dini.

Selain itu, Pemkot Jaktim juga menggencarkan sosialisasi terkait pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, penggunaan alat pemadam kebakaran ringan (APAR), pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, serta antisipasi potensi bahaya kebakaran dari aktivitas rumah.

"Kita sudah sosialisasi masif agar mencegah sedini mungkin bahaya kebakaran yang terjadi di Jakarta Timur. Alhamdulillah, ini sudah berjalan lancar dan mudah-mudahan bahaya kebakaran di Jakarta Timur akan terus bisa kita tekan," ucap Munjirin.

Baca juga: Pemkot Jaktim dan PLN gelar lomba masak ramaikan HUT ke-499 Jakarta

Sementara itu, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya Ari Prasetyo Nugroho mengatakan masyarakat yang ingin beralih menggunakan kompor listrik tidak selalu harus melakukan instalasi listrik baru di rumah mereka.

Kebutuhan penyesuaian, kata dia, hanya bergantung pada spesifikasi daya kompor listrik yang digunakan.

"Untuk kompor listrik, tidak perlu ada tambah instalasi, tetapi disesuaikan dengan watt dari kompor listrik yang dibeli. Misalnya, kalau dayanya 2.200 watt atau 2.000 watt, berarti nanti harus tambah daya menyesuaikan dengan daya kompor listrik," terang Ari.

Lebih lanjut, dia menuturkan PLN belum memiliki data pasti mengenai jumlah pengguna kompor listrik di Jakarta. Namun berdasarkan pengamatan di lapangan, pengguna kompor listrik terus meningkat, terutama di kawasan hunian, seperti apartemen.

Ari pun berharap penggunaan kompor listrik dapat lebih praktis, efisiensi ruang, dan menjadi pertimbangan utama warga untuk meningkatkan rasa aman.

Baca juga: Meriahkan HUT DKI, PLN UID Jakarta luncurkan promo hingga 50 persen

Baca juga: PLN UID Jakarta Raya soroti peran wanita kelola listrik rumah tangga

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |