Jakarta (ANTARA) - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman meninjau kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Terminal BBM Plumpang Jakarta, Senin, untuk mencegah antrean panjang.
“Tugas saya sebagai KSP ini penting agar tidak terjadi kelangkaan, antrean panjang, atau gangguan pasokan di masyarakat,” ujar Dudung di Terminal BBM Plumpang, Jakarta, Senin.
Dudung menyampaikan Terminal BBM Plumpang memiliki peran penting dalam menjaga keandalan pasokan BBM di SPBU, sebab terminal tersebut merupakan salah satu simpul utama distribusi energi untuk DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Kesiapan Plumpang, lanjut dia, menjadi indikator penting bagi ketahanan pasokan energi di kawasan Jabodetabek.
“Kalau Terminal BBM Plumpang beroperasi dengan baik, distribusi energi untuk Jakarta dan sekitarnya juga akan lebih terkendali,” kata dia.
Berdasarkan data operasional Pertamina Patra Niaga, Terminal BBM Plumpang memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 324 ribu kiloliter (KL).
Baca juga: KSP pastikan stok dan kualitas BBM di Terminal BBM Plumpang terjaga
Pasokan juga diperkuat melalui jaringan pipa dari Integrated Terminal Balongan yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat.
“Terminal ini memiliki peran besar dalam menjaga kesinambungan pasokan BBM. Terminal Plumpang melayani lebih dari seribu lembaga penyalur dan kanal distribusi. Cakupannya ini sangat luas,” kata Dudung.
Oleh karena itu, lanjut dia, KSP meninjau langsung keandalan Terminal BBM Plumpang untuk memastikan distribusi BBM kepada masyarakat dikawal dan dijamin tetap lancar.
Selain memastikan keandalan distribusi, KSP juga memonitor bagaimana mekanisme pengujian mutu BBM di laboratorium terminal.
“Pengujian dilakukan mulai dari pemeriksaan visual hingga parameter kualitas, seperti RON, dan BBM yang sampai ke masyarakat benar-benar sesuai dengan standar,” ucap Dudung.
Dudung hadir langsung di Terminal BBM Plumpang dan melakukan pengecekan yang didampingi oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas, Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto, dan Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo.
Baca juga: Pertamina cermati harga minyak dunia untuk Pertamax bulan depan
Baca juga: Pertamina tegaskan sangat siap terapkan B50 pada Juli
Baca juga: Bahlil bentuk tim khusus awasi pengadaan batu bara PLN
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































