KSOP perpanjang penundaan aktivitas pelayaran Situbondo-Madura

3 hours ago 3

Situbondo (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, memperpanjang penundaan pelayaran hingga 17 Januari 2025 untuk rute Pelabuhan Jangkar menuju beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, karena cuaca buruk.

Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Situbondo, Herland Aprilyanto di Situbondo, Kamis, menjelaskan bahwa perpanjangan penundaan aktivitas pelayaran dari Situbondo ke Madura karena cuaca masih belum memungkinkan untuk dilayari kapal motor penyeberangan karena gelombang tinggi dan angin kencang di perairan laut Sumenep dan sekitarnya.

"Pada Minggu (10/1) lalu kami sudah mengeluarkan surat peringatan untuk penundaan keberangkatan kapal motor penyeberangan lintas Situbondo-Madura, dan mulai tanggal 14 Januari kemarin diperpanjang lagi," ujarnya.

Herland menyampaikan perpanjang surat peringatan penundaan aktivitas pelayaran hingga 17 Januari 2026, berdasarkan prakiraan cuaca maritim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya.

Dalam peringatan BMKG tertanggal 13 Januari 2026, lanjutnya, disampaikan bahwa perairan laut Situbondo bagian timur dan Situbondo bagian barat Jawa Timur Nomor: e.B/ME.01.02/WP/739/MPrk.II/I/2026 mulai tanggal 14 Januari 2026 sampai dengan 17 Januari 2026 dimungkinkan terjadi potensi kenaikan tinggi gelombang dan kecepatan angin di beberapa wilayah perairan dan tidak aman untuk dilakukan kegiatan pelayaran.

"Oleh karena itu kami mengimbau kepada semua pemilik kapal, operator kapal dan nakhoda kapal menunda keberangkatan kapalnya hingga kondisi cuaca dirasa aman atau cuaca membaik," kata Herland.

Sementara itu, Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar Situbondo BPTD Kelas II Jatim Abdul Hamid menambahkan, hingga saat ini KMP Dharma Kartika masih tertahan di Pelabuhan Jangkar dan menunggu cuaca di perairan laut Madura kembali membaik.

"KMP Dharma Kartika tertahan dan menunda keberangkatan karena cuaca buruk sejak Minggu (10/1) lalu, sedangkan KMP Wicitra Dharma I tertahan di Pulau Sapudi, dan KMP Munggiyango Hulalo juga tidak bisa berlayar dan tertahan di Pelabuhan Kalianget (Sumenep)," katanya.

Untuk kapal motor penyeberangan lintasan Jangkar (Situbondo)-Lembar (Lombok Barat/NTB) yang dilayani KMP Trimas Laila, kata Abdul Hamid, sejauh ini mendapatkan izin berlayar karena perairan laut bagian utara Bali dan Selat Lombok masih bisa dilayari kapal feri dengan GT-3.000.

"Pelayaran lintas Jangkar-Lembar berjalan normal, dan dilayani satu kapal, yakni KMP Trimas Laila, dan malam ini kapal feri tersebut bertolak dari Pelabuhan Lembar ke Jangkar," katanya.

Baca juga: Pelni Tanjungpinang tunda pelayaran kapal akibat gelombang 2,5 m

Baca juga: ASDP Ambon tunda operasi pelayaran Galala-Namlea akibat cuaca buruk

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |