Kiat agar mobil listrik lebih efisien saat mudik, perhatikan ban

11 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan ban Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) mengimbau para pemudik yang menggunakan kendaraan listrik agar lebih cermat dalam memilih ban guna memastikan performa kendaraan tetap optimal, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh selama mudik.

National Sales Manager Passenger Car Radial PT HTSI Apriyanto Yuwono mengatakan bahwa persiapan ban sebelum perjalanan jauh memiliki peran yang sama pentingnya dengan memetakan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Ban yang tidak tepat dan tidak dikhususkan untuk penggunaan mobil listrik akan menguras energi baterai," ujar Apriyanto Yuwono dalam keterangan tertulis pada Kamis. 

Ia menjelaskan bahwa mobil listrik memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional. Salah satunya adalah bobot baterai yang relatif besar serta torsi instan yang kuat. Kombinasi tersebut membuat beban kendaraan listrik umumnya lebih berat dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal.

Baca juga: Jangan lupa cek ban sebelum mudik Lebaran pakai kendaraan pribadi

Kondisi tersebut menjadi semakin menantang saat perjalanan mudik. Beban kendaraan bertambah karena penumpang dan bagasi, sehingga tekanan yang harus ditopang ban juga meningkat selama perjalanan jauh.

Apabila kendaraan listrik menggunakan ban konvensional yang tidak dirancang khusus untuk karakteristik EV, maka berpotensi terjadi peningkatan rolling resistance atau hambatan gulir. Kondisi ini membuat kendaraan harus bekerja lebih keras untuk memutar roda, sehingga konsumsi energi baterai menjadi lebih boros, terutama saat menghadapi kondisi lalu lintas stop-and-go di jalan tol yang padat.

Apriyanto menekankan bahwa efisiensi kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada kapasitas baterai, tetapi juga pada kondisi komponen kendaraan, termasuk ban.

"Jika efisiensi baterai mulai menurun atau suara ban terdengar lebih bising, itu sinyal bahwa hambatan gulir sudah tidak optimal. Mengganti ke ban khusus mobil listrik yang memang didesain untuk perjalanan jauh seperti jenis ban iON ST AS memberikan daya tahan dan potensi jarak tempuh optimal adalah investasi cerdas untuk keamanan dan kenyamanan keluarga selama libur panjang,” kata dia.

Baca juga: Pengguna EV diimbau pilih ban yang tepat untuk cegah "aquaplaning"

Untuk membantu pemilik kendaraan listrik memaksimalkan efisiensi serta kenyamanan selama perjalanan mudik, HTSI juga membagikan beberapa langkah yang perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan, antara lain:

Memantau kondisi atau “kesehatan” ban

Pemilik kendaraan disarankan melakukan inspeksi visual sekitar dua hingga tiga minggu sebelum perjalanan. Jika efisiensi baterai menurun secara drastis atau suara ban terasa lebih bising dari biasanya, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa hambatan gulir ban sudah tidak optimal.

Gunakan ban khusus mobil listrik

Ban konvensional pada kendaraan listrik berpotensi menyebabkan pemborosan energi karena tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan yang lebih berat. Selain itu, mobil listrik juga cenderung mengonsumsi energi lebih besar ketika melaju pada kecepatan tinggi di jalan tol.

Karena itu, penggunaan ban khusus mobil listrik seperti iON ST AS dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi. Ban tersebut dilengkapi teknologi Opti Cure Technology yang dirancang untuk menurunkan hambatan gulir secara signifikan sehingga kendaraan dapat menempuh jarak lebih optimal dan konsumsi energi lebih efisien.

Baca juga: Tips memilih ban mobil listrik yang tepat

Akurasi tekanan angin dan distribusi beban.

Menyesuaikan tekanan angin ban dengan jenis kendaraan, dimensi ban, serta beban muatan merupakan faktor penting untuk menjaga performa kendaraan selama perjalanan jauh.

Selain itu, penggunaan ban dengan teknologi Round Even Technology dapat membantu menjaga distribusi tekanan yang lebih merata dan meminimalkan keausan ban yang tidak merata, bahkan ketika kendaraan membawa bagasi dalam jumlah lebih besar.

Prioritaskan kenyamanan kabin.

Kemacetan panjang selama mudik kerap memicu kelelahan dan stres pengemudi. Pada kendaraan listrik, suara mesin yang minim membuat kebisingan dari ban (road noise) menjadi lebih terasa di dalam kabin.

Karena itu, penggunaan ban yang dilengkapi teknologi "i Sound Absorber Technology" dapat menjadi solusi. Teknologi ini memanfaatkan pola tapak khusus serta lapisan busa untuk meredam suara dari permukaan jalan secara signifikan, sehingga kabin tetap tenang dan perjalanan bersama keluarga menjadi lebih nyaman.

Baca juga: Goodyear Indonesia siapkan ban khusus untuk kendaraan listrik

Baca juga: Michelin komitmen kembangkan ban kendaraan listrik ramah lingkungan

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |