Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII atas penguatan akses dan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Timur melalui sinergi program beasiswa dan penguatan ekosistem sumber daya manusia.
"Ketika akses pendidikan semakin luas dan kualitas perguruan tinggi semakin baik, maka kita sedang menyiapkan fondasi yang kuat untuk mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045," kata Khofifah saat Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Perguruan Tinggi dan Anugerah Kampus Unggul Tahun 2026 di Surabaya, Senin.
Ia menyampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2026 menyiapkan sekitar 62 ribu beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Khofifah menegaskan pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mobilitas sosial masyarakat.
"Sering kali kami menerima testimoni dari keluarga penerima bantuan yang berhasil meningkatkan taraf hidupnya setelah putra atau putrinya memperoleh pendidikan tinggi dan memiliki pekerjaan yang lebih baik. Karena itu pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dalam memutus mata rantai kemiskinan," ujarnya.
Ia menambahkan sinergi antara pemerintah daerah, LLDikti, dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, termasuk pengembangan program studi dan peningkatan akreditasi perguruan tinggi.
Khofifah juga menyoroti tantangan tingginya angka pengangguran lulusan strata satu (S1) di Jawa Timur, sehingga perguruan tinggi didorong memperkuat keterkaitan (link and match) dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.
"Link and match menjadi kebutuhan saat ini yang harus benar-benar dipikirkan perguruan tinggi," katanya.
Menurutnya, Program Kampus Berdampak untuk Komunitas Lebih Tangguh (Kakak Tangguh) menjadi salah satu upaya strategis untuk memperluas akses pendidikan sekaligus membangun ekosistem pendampingan mahasiswa agar mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.
Program tersebut juga mengintegrasikan kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan LLDikti Wilayah VII dalam kerangka tri-helix untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur.
Khofifah menegaskan bahwa perluasan akses pendidikan tidak cukup hanya melalui bantuan beasiswa, tetapi juga harus menghasilkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia menyebut mahasiswa penerima manfaat diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga pendamping keluarga dan masyarakat dalam peningkatan literasi ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
"Mahasiswa tidak lagi hanya hadir sebagai pembelajar di ruang kuliah, tetapi juga sebagai pendamping, mentor, inspirator, dan penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat," ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan talenta, inovasi, dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh rektor dan pimpinan perguruan tinggi se-Jawa Timur yang telah menjadi mitra strategis pemerintah," katanya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































