Kemkomdigi dan JICA jalin kerja sama pengembangan talenta AI

6 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) memperkuat kerja sama pengembangan talenta kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung pelindungan anak di ruang digital, penanganan disinformasi, serta berbagai prioritas pembangunan nasional.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Catatan Diskusi (Record of Discussions) Proyek Kerja Sama Teknis Next Generation AI Talent Factory di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas talenta AI Indonesia sekaligus memperdalam kemitraan Indonesia dan Jepang di bidang transformasi digital.

"Kerja sama yang kita jalani hari ini mencerminkan persahabatan yang kuat dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam mempersiapkan masyarakat kita untuk berkembang di era digital," kata Nezar.

Baca juga: Pemerintah prioritaskan pengembangan talenta AI

Menurut Nezar, Indonesia dan Jepang memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya pengembangan AI yang berdaulat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tengah perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat serta dinamika geopolitik global yang terus berubah, kedua negara memandang kolaborasi sebagai fondasi penting untuk memperkuat kapasitas nasional dan mempercepat inovasi.

"Kami menginginkan kemitraan yang lebih setara. Saya pikir ini adalah kerja sama yang sangat baik yang sedang kami upayakan untuk diperkuat antara Jepang dan Indonesia untuk mengeksplorasi dan mengembangkan teknologi AI ini yang sangat strategis saat ini," katanya.

Baca juga: Education Forum 2026 jadi ruang kolaborasi perkuat pendidikan vokasi

Ia menegaskan bahwa AI telah menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing ekonomi dan masa depan suatu bangsa.

Karena itu, investasi pada sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan solusi AI yang sesuai dengan kebutuhan nasional.

"Untuk mewujudkan peluang ini, kita harus berinvestasi pada hal yang paling penting, yaitu sumber daya manusia kita," tegasnya.

Melalui Next Generation AI Talent Factory, Kemkomdigi dan JICA akan memperkuat pengembangan talenta AI Indonesia melalui peningkatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, kolaborasi kelembagaan, serta pengembangan inovasi berbasis kebutuhan nasional.

Baca juga: RI ajak negara AsiaPasifik perkuat pelatihan SDM di tengah disrupsi AI

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto menjelaskan AI Talent Factory dibangun dengan pendekatan kolaboratif yang menghubungkan pemerintah, perguruan tinggi, industri, pakar teknologi, dan talenta AI dalam satu ekosistem pembelajaran dan inovasi.

Menurutnya, pengembangan talenta AI membutuhkan pengalaman nyata yang memungkinkan peserta mengubah pengetahuan menjadi solusi yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

"Pengembangan talenta AI membutuhkan lebih dari sekadar pembelajaran di kelas. Seharusnya lebih luas dari itu," ujarnya.

Sejak diimplementasikan pada tahun 2025, program AI Talent Factory telah menunjukkan hasil nyata melalui pengembangan berbagai solusi berbasis AI untuk mendukung prioritas pembangunan nasional.

Pada tahun 2026, program tersebut diperluas melalui kolaborasi dengan Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Gadjah Mada dengan melibatkan 98 peserta.

Baca juga: Kemkomdigi memperkuat kolaborasi untuk mempercepat adopsi AI

Para peserta mengembangkan berbagai solusi AI yang mendukung pelindungan anak di ruang digital, penanganan disinformasi, fitnah dan kebencian, penguatan Sekolah Rakyat, pemetaan kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial, serta monitoring dan analisis isu media publik dan media sosial.

Berbagai solusi tersebut memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat pelindungan anak, meningkatkan ketepatan sasaran program bantuan sosial, hingga mendukung strategi komunikasi publik yang lebih efektif.

Bonifasius menegaskan penandatanganan kerja sama dengan JICA bukan akhir dari proses yang telah berjalan, melainkan awal dari fase baru penguatan ekosistem talenta AI nasional.

"Ini bukan kesimpulan dari proses, tetapi sebenarnya ini adalah awal dari bab ini, yang akan dibantu oleh JICA," ungkapnya.

Melalui kerja sama ini, Kemkomdigi dan JICA mendorong percepatan lahirnya generasi talenta AI Indonesia yang kompetitif di tingkat global, mampu membangun solusi bagi berbagai tantangan nasional, serta mendukung terwujudnya kedaulatan AI Indonesia melalui pemanfaatan teknologi yang aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Baca juga: Unhas dan Tiongkok kembangkan vokasi industri serta talenta AI

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |