Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berkomitmen untuk memperkuat koordinasi menjaga keamanan siber Indonesia bisa andal.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebutkan koordinasi penting untuk dikuatkan antar kedua pihak mengingat kejahatan siber saat ini terjadi begitu cepat dan apabila ditemukan masalah tersebut di Indonesia memang diperlukan penanganan yang lebih cepat.
"Nah kecepatan penanganan itu tentu membutuhkan koordinasi yang lebih cair dan lebih cepat. Ini yang kita tadi sudah sepakat akan kita jalankan bahwa ke depan sinerginya akan lebih kuat lagi," kata Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat.
Komitmen itu dicapai setelah Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi yang baru melakukan kunjungan perdana ke Kantor Kemkomdigi untuk menyelaraskan kerja sama dengan Kemkomdigi.
Baca juga: Menkomdigi soroti pentingnya kompetensi dalam menghadapi ancaman siber
Sebagai dua lembaga yang tergabung dalam desk keamanan siber di Kabinet Merah Putih (KMP) pimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, baik Kemkomdigi dan BSSN perlu menyamakan persepsi untuk mengharmonisasikan program-program memastikan keamanan siber Indonesia andal.
Meutya menyebutkan koordinasi yang akan diperkuat nantinya akan dilakukan di tingkat pimpinan sehingga penanganan insiden siber apabila terjadi di Indonesia bisa lebih responsif.
"Dalam urusan komunikasi nanti di level pimpinan itu paling tidak sudah harus siap 24 jam kalau tiba-tiba terjadi hal-hal yang memang perlu atensi. Tidak harus melewati dari bawah atau bottom-up, tapi harus dari top-down untuk masalah keamanan siber ini," ujar Meutya.
Baca juga: Ragam langkah Google hadirkan internet aman di Indonesia
Sementara itu, Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi menyebutkan bahwa pertemuan dengan Menkomdigi dilakukan sebagai langkah perdananya setelah memenuhi jabatan ini karena melihat banyak regulasi yang bersinggungan antara Kementerian Komdigi dan BSSN.
Menurutnya diperlukan koordinasi yang baik sehingga tugas antara Kemkomdigi dan BSSN dalam menjaga keamanan siber Indonesia menjadi andal bisa dicapai.
"Kami mencoba meng-exercise beberapa hal tadi, nanti akan segera tindaklanjuti. Sehingga kita berharap ke depan apa yang menjadi peran, tugas, dan fungsi dari Komdigi bersinergi dengan BSSN dapat diselenggarakan dengan maksimum," kata Nugroho.
Baca juga: Menyeimbangkan inovasi dan keamanan siber
Lebih lanjut, sebagai dukungan program jangka pendek BSSN bakal mendukung Kemkomdigi dalam hal keamanan siber khususnya untuk menjaga Pusat Data Nasional (PDN).
Selain itu, BSSN juga berencana untuk bersinergi dalam hal penyelarasan satu data untuk data sosial dan ekonomi Indonesia. Dukungan juga diberikan untuk menjalankan fungsi perlindungan data pribadi sejalan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Banyak hal yang harus kita lakukan, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan pelindungan data pribadi. Karena ada regulasinya, ada teknisnya. Kami banyak bergerak di bidang teknis, beliau (Menkomdigi) akan memberikan hal-hal yang dapat menguatkan apa yang dapat kami kerjakan. Saya kira itu ya," tutup Sulistyo.
Baca juga: Pengamat nilai pembangunan pusat data perlu dibarengi keterampilan SDM
Baca juga: Prediksi keamanan siber 2025, dari deepfake hingga keamanan kuantum
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025