Kementerian ESDM pastikan pengawasan implementasi B40 berjalan optimal

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), salah satunya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), untuk memastikan bahwa pengawasan implementasi program biodiesel 40 (B40) berjalan dengan optimal.

"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder agar implementasi dan pengawasan B40 berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi, dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Jumat.

Untuk pencapaian target penyaluran yang telah ditetapkan, tutur Eniya melanjutkan, kegiatan pengawasan dan monitoring akan tetap dilaksanakan secara maksimal.

Eniya meyakini pelaksanaan program B40 dapat menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi di Indonesia.

“Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengakselerasi transisi energi, mengurangi ketergantungan impor BBM, serta mempercepat pencapaian target energi bersih dan berkelanjutan,” kata dia.

Sejak diterapkan pada 1 Januari 2025, program B40 telah mencapai realisasi penyaluran yang signifikan. Hingga 18 Februari 2025, penyaluran domestik telah mencapai 1,47 juta kiloliter (kl) atau 9,4 persen dari total alokasi nasional sebesar 15,616 juta kl.

Dari jumlah tersebut, 767.283 kl berasal dari penyaluran PSO atau 10,6 persen dari total alokasi PSO sebesar 7,55 juta kl dan 706.481 kl dari penyaluran non-PSO atau 8,8 persen dari total alokasi non-PSO sebesar 8,062 juta kl.

Saat ini, sebanyak 79 dari 88 titik serah (Terminal Bahan Bakar Minyak/TBBM) telah menyalurkan campuran biodiesel 40 persen (B40). Satu titik serah masih dalam tahap peningkatan fasilitas agar dapat mendukung implementasi penuh, sementara delapan titik serah lainnya sedang dalam tahap persiapan.

Untuk memastikan transisi berjalan lancar, pemerintah memberikan relaksasi penyaluran B35 bagi titik serah yang masih menyesuaikan sarana dan prasarana hingga 28 Februari 2025.

Baca juga: Anggota DPR dukung B40 untuk efisienkan anggaran dan kurangi impor

Baca juga: ESDM sebut implementasi B40 terkendala keterbatasan penyimpanan

Baca juga: Aprobi apresiasi penyaluran B40 berjalan baik pada 2025

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |