Kementan minta pabrik gula percepat CPCL kejar target 97 ribu ha tebu

2 hours ago 1
Target pengembangan tebu tahun 2026 harus tercapai sesuai arahan Menteri Pertanian

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta seluru pabrik gula mempercepat penetapan calon petani dan calon lokasi (CPCL) guna mengejar target pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare pada 2026.

“Kami meminta seluruh pabrik gula, baik SGN (PT Sinergi Gula Nusantara), RNI (PT Rajawali Nusantara Indonesia) maupun swasta untuk bergerak cepat membantu pemenuhan CPCL," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Ali Jamil dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Kementan mendorong percepatan CPCL untuk program pengembangan dan hilirisasi perkebunan tebu tahun 2026 guna mengejar target pengembangan kawasan tebu nasional puluhan ribu hektare di 11 provinsi.

Langkah percepatan dilakukan dengan menggerakkan seluruh pabrik gula, baik BUMN maupun swasta, agar terlibat aktif dalam pemenuhan CPCL dan verifikasi lahan di lapangan.

Dia menegaskan percepatan CPCL menjadi kunci agar program pengembangan tebu nasional dapat terealisasi penuh pada 2026 sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

"Target pengembangan tebu tahun 2026 harus tercapai sesuai arahan Menteri Pertanian,” ucap Ali.

Menurutnya, pemerintah saat ini tidak hanya fokus pada perluasan areal tanam, tetapi juga membangun ekosistem hilirisasi tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk memperkuat produksi gula nasional.

Oleh karena itu, percepatan verifikasi data CPCL yang telah disampaikan kepada dinas perkebunan kabupaten/kota, provinsi hingga Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian terus didorong agar proses penetapan dapat segera diselesaikan.

Kelengkapan dokumen terhadap surat keputusan yang telah terbit juga diminta dipenuhi secara cepat dan tepat.

Selain menggandeng PT SGN, RNI dan pabrik gula swasta, Kementan juga mengoptimalkan berbagai potensi lahan untuk memenuhi sisa target CPCL nasional.

Sejumlah kawasan potensial yang tengah diidentifikasi antara lain lahan milik TNI AD, TNI AL, TNI AU, Perhutani, Perhutanan Sosial hingga lahan potensial lainnya.

Ali menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penentu keberhasilan pengembangan tebu nasional, terutama dalam mendukung agenda besar swasembada gula.

"Sinergi dan percepatan kerja menjadi kunci. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis target pengembangan kawasan tebu dapat tercapai dan mendukung penguatan hilirisasi perkebunan nasional,” ucapnya.

Terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus memperkuat sektor tebu sebagai bagian dari strategi besar mencapai swasembada gula nasional.

Pembenahan dilakukan menyeluruh mulai dari peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam hingga penguatan hilirisasi industri gula nasional.

“Kita ingin Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula dari produksi dalam negeri. Karena itu, penguatan sektor tebu terus kita dorong melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal, serta penguatan hilirisasi,” ujar Amran.

Baca juga: Danantara gabungkan pabrik gula milik ID FOOD ke SGN demi swasembada

Baca juga: Mentan luruskan isu pabrik gula tutup, tegaskan tetap beroperasi

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |