Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memberdayakan orang tua siswa Sekolah Rakyat guna meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia.
"Konsep utama program tersebut, yakni bukan hanya menyekolahkan anak, melainkan juga memberdayakan orang tuanya agar setelah anak lulus sekolah, kondisi ekonomi keluarganya ikut meningkat," ujar Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta, Kamis.
Dalam skema pemberdayaan tersebut, keluarga siswa Sekolah Rakyat akan dihubungkan dengan berbagai program strategis pemerintah, seperti bantuan rumah tidak layak huni, selain itu, berbagai bentuk kerja sama lain juga terus dikembangkan agar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
"Selama ini ada kendala karena sebagian keluarga tinggal di atas tanah yang bukan milik sendiri, sehingga bantuan pemerintah tidak dapat digunakan. Oleh sebab itu, Baznas diharapkan dapat membantu mengintervensi kasus-kasus seperti ini melalui skema bantuan yang lebih fleksibel," ucap Gus Ipul.
Sementara itu, Ketua Baznas Sodik Mudjahid mengemukakan, pertemuan dengan Kemensos menjadi momen strategis karena kedua lembaga sama-sama memiliki tugas meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi kemiskinan.
"Program-program pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Baznas memiliki banyak irisan dengan program Kemensos. Oleh karena itu, ke depan program-program kedua lembaga akan lebih terkoordinasi dan fokus, tidak hanya sebatas distribusi bantuan bersifat karitatif (belas kasih), tetapi diarahkan menjadi program yang berdampak jangka panjang dan melembaga," katanya.
Sodik menjelaskan, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dilakukan berdasarkan ketentuan syariat mengenai penerima manfaat (asnaf), yang kemudian diterjemahkan dalam beberapa fokus program, meliputi pendidikan, pembangunan sekolah, beasiswa guru dan siswa, kesehatan, rumah sehat, poliklinik, pembinaan usaha kecil, dakwah, serta program kemanusiaan.
Dalam pembahasan tersebut, beberapa program prioritas yang akan dikerjakan bersama di antaranya sektor perumahan, pendidikan, pangan, dan kebutuhan dasar lainnya. Untuk program Sekolah Rakyat, seluruh biaya pendidikan memang ditanggung pemerintah, tetapi Baznas akan membantu pada aspek-aspek yang memungkinkan, seperti renovasi rumah orang tua siswa agar lebih layak huni.
Seluruh program kolaborasi tersebut akan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang kini menjadi satu-satunya rujukan resmi pemerintah dalam pelaksanaan intervensi sosial dan program bantuan.
"Baznas juga telah bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan memperoleh izin menggunakan DTSEN sebagai pedoman kerja. Dengan penggunaan data yang sama, program bantuan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran dan terkoordinasi dengan baik," ucap Sodik.
Baca juga: Mensos siap diaudit soal pengadaan untuk Sekolah Rakyat
Baca juga: Mensos: Sekolah Rakyat siap luluskan 453 siswa pada tahun ini
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































