KemenPUPR percepat penanganan infrastruktur jalan yang terdampak gempa

4 hours ago 3

Kupang, NTT (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mempercepat penanganan darurat terhadap infrastruktur jalan nasional yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores sejak 15 Agustus 2026.

Kepala Seksi Preservasi BPJN NTT Rofinus Ngilo di Kupang, Kamis mengatakan, sejak gempa terjadi, pihaknya terus melakukan penanganan sementara, terutama pembersihan material longsoran dan kerusakan pada sejumlah titik di sepanjang jalur lintas Flores.

"Sejak kejadian gempa bumi tanggal 15 Agustus 2026 sampai dengan saat ini, kami terus melakukan penanganan sementara dan pembersihan jalan nasional jalur lintas Flores agar tetap fungsional," katanya.

Menurut dia, koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak gempa susulan yang masih terjadi hingga saat ini.

"Untuk mengantisipasi adanya titik-titik baru kerusakan akibat gempa susulan, kami tetap menyiapkan peralatan dan personel untuk standby pada titik-titik longsor maupun lokasi yang dianggap rawan," ujarnya.

Baca juga: PU mobilisasi jembatan Bailey pulihkan konektivitas di Flores, NTT

Baca juga: Anggota DEN: Pulihnya listrik pascagempa NTT percepat aktivitas warga

Ia menjelaskan, kondisi di lapangan masih dinamis karena gempa susulan masih sering terjadi. Hal tersebut menyebabkan potensi munculnya kerusakan baru pada badan jalan maupun infrastruktur pendukung lainnya tetap ada.

Terkait jembatan yang terdampak gempa pada ruas jalan nasional, hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh tim satuan tugas Kementerian PU yang sedang bertugas di wilayah terdampak.

"Pemeriksaan terhadap jembatan yang terdampak masih dilakukan oleh tim Satgas Kementerian PU. Ini untuk memastikan kondisi dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan," katanya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan kondisi darurat pada jembatan yang terdampak, BPJN NTT juga memperoleh dukungan persediaan rangka jembatan Bailey dari sejumlah balai jalan di wilayah lain.

Rangka jembatan Bailey tersebut saat ini dalam proses mobilisasi menuju NTT dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Barat.

"Kami mendapat dukungan persediaan rangka jembatan Bailey dari balai-balai jalan terkait. Saat ini sedang dalam proses mobilisasi ke NTT sebagai bagian dari kesiapsiagaan apabila dibutuhkan untuk penanganan kondisi darurat," jelasnya.

Ia menegaskan, BPJN NTT akan terus memantau kondisi seluruh ruas jalan nasional di Pulau Flores dan melakukan penanganan secepat mungkin apabila ditemukan kerusakan baru.

"Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Karena gempa susulan masih terjadi, kerusakan baru terus berpotensi muncul sehingga kesiapsiagaan personel dan peralatan tetap dilakukan," katanya.

Ia menegaskan, pihaknya berupaya untuk memastikan jalur lintas Flores tetap dapat digunakan, sekaligus menjaga konektivitas masyarakat dan kelancaran distribusi bantuan serta logistik ke wilayah-wilayah yang terdampak bencana.

Baca juga: Mendagri minta pemda kebut pendataan rumah rusak akibat gempa di NTT

Baca juga: Menteri PU kirim mobil tangki air untuk warga terdampak gempa di NTT

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |