KemenPPPA pantau perkembangan insiden pemukulan pertandingan basket

1 week ago 5

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terus memantau perkembangan insiden pemukulan yang terjadi pada pertandingan SDH Basketball Cup 2025 di Kota Bogor, Jawa Barat pada 17 Februari 2025.

"Kami terus mendalami dan memantau perkembangan terkait insiden ini," kata Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan KemenPPPA Ciput Eka Purwianti di Jakarta, Jumat.

Dalam upaya penanganan dan pendampingan korban, KemenPPPA melalui tim layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 telah berkoordinasi dengan UPTD PPA Kabupaten Bogor dan memastikan bahwa korban telah mendapatkan pendampingan.

"Tim SAPA koordinasi dengan UPTD PPA setempat untuk pendampingan terhadap korban," kata dia.

Dalam kejadian tersebut, salah satu peserta, AS (13), pelajar SMPN 1 Bogor, diduga mengalami kekerasan dari lawannya, RC, pelajar dari SMP Mardi Waluyo Cibinong.

AS dan RC berpartisipasi dalam turnamen basket antarsekolah digelar di Kota Bogor.

Selama pertandingan, RC tertangkap kamera memukul AS.

Selain AS, diduga ada pemain lain dari SMPN 1 Bogor yang juga menjadi korban kekerasan dalam pertandingan tersebut, tetapi tidak terekam kamera.

Kericuhan sempat terjadi di lokasi pertandingan dan para pemain serta tim yang hadir segera melerai kejadian tersebut.

Wasit langsung mengambil tindakan dengan mengeluarkan RC dari pertandingan dan melarang melanjutkan permainan.

Rekaman insiden pemukulan tersebut beredar di media sosial.

Baca juga: Pemerintah kebut selesaikan Peta Jalan Perlindungan Anak Ranah Daring

Baca juga: Perempuan warga binaan diminta manfaatkan pelatihan agar berdaya

Baca juga: KemenPPPA koordinasi pastikan dua remaja Lampung lanjutkan pendidikan

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |