Kemenperin yakin industri kosmetik RI miliki prospek cerah

1 month ago 24

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meyakini industri kosmetik nasional memiliki prospek yang sangat kuat untuk maju seiring besarnya pasar domestik dan terus meningkatnya permintaan konsumen.

Dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, industri kosmetik merupakan salah satu sektor yang memiliki prospek sangat baik karena didukung oleh permintaan pasar yang terus meningkat.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah pelaku usaha perlu diimbangi dengan penguatan kualitas, inovasi, dan ekosistem industri yang semakin solid.

“Dengan jumlah pelaku usaha yang semakin besar, kami berharap industri kosmetik ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumen domestik, tetapi juga memperluas kontribusinya terhadap ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menperin.

Baca juga: BPOM: Future Beauty Talk dapat kuatkan inovasi industri kosmetik RI

Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jumlah industri kosmetik dalam negeri meningkat dari 1.292 industri pada tahun 2024 menjadi lebih dari 1.500 industri pada akhir 2025.

Sebanyak 90 persen dari jumlah tersebut merupakan sektor IKM. Selain itu, nilai ekspor industri kosmetik juga mengalami kenaikan dari 417 juta dolar AS pada tahun 2024 menjadi 473,8 juta dolar AS pada tahun 2025.

Menperin Agus menambahkan, di balik pertumbuhan industri kosmetik yang positif, pelaku IKM masih menghadapi sejumlah tantangan. Oleh karena itu menurut dia, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat ekosistem industri kosmetik nasional.

“Berbagai kendala yang dihadapi IKM kosmetik butuh penyelesaian secara kolaboratif. Pemerintah pusat dan daerah, asosiasi, akademisi, industri besar hingga masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ekosistem yang saling terhubung dan memberi manfaat bagi seluruh pihak,” tegasnya.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |