Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata berupaya memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar internasional melalui kolaborasi publikasi program First Class Indonesia untuk meningkatkan kepedulian terhadap merek "Wonderful Indonesia" di pasar Eropa khususnya Belanda.
“Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan konten pariwisata berkelas dunia yang berbasis storytelling kuat serta menonjolkan keaslian dan keberlanjutan. Kami optimistis program ini akan semakin meningkatkan minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung dan merasakan langsung pengalaman di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Widiyanti menyampaikan Belanda dipilih sebagai lokasi pemutaran perdana First Class Indonesia karena hubungan historis yang erat antara kedua negara, tren kunjungan wisatawan yang konsisten, serta karakter wisatawan Belanda yang memiliki minat tinggi terhadap wisata budaya, alam, dan pengalaman berkelanjutan.
Selain itu, Belanda juga termasuk dalam 15 negara target pasar pariwisata mancanegara Indonesia untuk periode 2025–2026.
Baca juga: Kemenpar tingkatkan kapasitas SDM aparatur bidang pariwisata
Baca juga: Kemenpar: Bali tetap stabil meski ada konflik Timur Tengah
Program First Class Indonesia menghadirkan serial perjalanan yang menampilkan kekayaan destinasi pariwisata Indonesia melalui narasi inspiratif dan visual berkualitas tinggi. Serial televisi ini tidak hanya memperlihatkan keindahan destinasi, tetapi juga mengangkat nilai budaya, kearifan lokal, serta komitmen Indonesia dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan.
Pendekatan visual sinematik yang dipadukan dengan storytelling yang kuat dinilai efektif dalam membangun persepsi positif terhadap destinasi Indonesia, meningkatkan tingkat kesadaran publik internasional, sekaligus mendorong minat kunjungan ke sejumlah destinasi unggulan seperti Bali, Sumba, dan Lombok.
Pemilihan kanal publikasi ini diharapkan semakin memperkuat posisi Wonderful Indonesia di pasar Eropa.
Serial First Class Indonesia menampilkan kekayaan spiritual dan budaya Bali melalui ritual sakral, tradisi, praktik wellness, kuliner, serta layanan hospitality kelas dunia.
Di Sumba, dia menjelaskan bahwa serial ini mengangkat keaslian tradisi leluhur, kerajinan tangan masyarakat, serta dampak sosial dari pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Sementara di Lombok, program ini memperlihatkan harmoni antara keindahan alam, aktivitas petualangan, serta praktik pariwisata yang menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui narasi tersebut, program ini menegaskan bahwa pariwisata Indonesia berkembang dengan prinsip keberlanjutan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai fondasi utama pembangunan destinasi.
Baca juga: Kemkomdigi tertibkan OTA tak berizin demi lindungi pendapatan daerah
Widiyanti menjelaskan melalui serial ini, penonton diajak merasakan Indonesia bukan sekadar sebagai kumpulan destinasi wisata, melainkan sebagai sebuah narasi hidup yang terbentuk dari keindahan alam, warisan budaya, dan kehangatan masyarakatnya.
“Setiap episode menangkap ritme unik Indonesia yang mencerminkan bangsa yang beragam namun tetap bersatu, berakar kuat pada tradisi sekaligus terus berkembang mengikuti zaman,” kata Widiyanti.
Serial ini ditayangkan secara resmi melalui RTL 4, salah satu saluran televisi komersial terbesar di Belanda yang menyasar audiens dewasa berusia 25–54 tahun serta keluarga modern. Kanal ini memiliki jangkauan sekitar 1,6 juta penonton setiap pekan dan sekitar 4 juta penonton setiap bulan.
Selain melalui televisi, program ini juga tersedia di platform streaming Videoland sehingga memperluas eksposur digital dan memungkinkan audiens yang lebih luas di Eropa menikmati konten tersebut sepanjang tahun 2026.
Ia optimistis publikasi pariwisata Indonesia melalui media di Belanda yang memiliki kredibilitas tinggi akan semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari diplomasi budaya yang mempererat hubungan masyarakat kedua negara melalui sektor pariwisata.
Melalui langkah promosi yang terarah dan kolaboratif ini, Widiyanti berharap target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2026 yang diproyeksikan mencapai 16 hingga 17,6 juta kunjungan bisa tercapai.
Baca juga: Menpar kunjungi Rumah Budaya Indonesia di Jerman
Baca juga: Bali raih penghargaan "The Best Island" dari DestinAsia Readers
Baca juga: Kemenpar bersiap memitigasi dampak konflik Timur Tengah
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































