Kemenekraf kembangkan IP film yang angkat ekonomi kreatif daerah 

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) film yang mengangkat tema budaya lokal yang nantinya dapat turut mendorong peningkatan ekonomi daerah.

Kemenekraf akan mengembangkan film garapan SKAK Studios dan SinemArt berjudul Foufo melalui rangkaian audiensi, peluang kolaborasi strategis, penguatan IP, fasilitasi kolaborasi strategis lintas sektor, hingga perluasan awareness terhadap film melalui berbagai kesempatan.

"Budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dapat dihilirisasi melalui kreativitas, inovasi, dan teknologi, sehingga memberikan manfaat ekonomi. Kami berharap semakin banyak sineas di berbagai daerah yang berani mengangkat kearifan lokal melalui karya-karya kreatif,” kata Menteri Ekraf dalam keterangan yang diterima, Minggu.

Menteri Ekraf menegaskan Foufo menjadi bukti nyata budaya dapat menjadi fondasi produk ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Keberanian mengangkat bahasa daerah, memberikan ruang bagi talenta baru, dan pengembangan IP merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Baca juga: Kemenekraf kembangkan talenta muda dorong pertumbuhan ekonomi nasional

Produksi film ini melibatkan sekitar 90 persen talenta lokal yang sebagian besar merupakan pendatang baru, serta 120 animator dari Hompimpa Animworks Surabaya untuk pengembangan karakter Foufo.

“Hari ini kita melihat komitmen tersebut telah terwujud menjadi sebuah karya yang siap dinikmati masyarakat. Ini membuktikan bahwa cerita dari daerah mampu menjadi tontonan yang menarik sekaligus memiliki potensi ekonomi,” kata Riefky.

Sutradara Foufo sekaligus Founder SKAK Studios, Bayu Skak, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Ekraf yang telah membantu membuka jejaring hingga fasilitasi produksi di daerah. Menurutnya, visi Kementerian Ekraf untuk membangun ekonomi kreatif dari daerah sangat selaras dengan semangat yang diusung dalam film Foufo.

Baca juga: Investasi talenta jadi kunci penguatan ekonomi Indonesia Timur

“Visi Kementerian Ekraf membangun ekonomi kreatif dari daerah sangat selaras dengan apa yang kami lakukan melalui Foufo. Kami ingin membuktikan bahwa talenta di daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berkembang di industri perfilman Indonesia,” ujar Bayu.

Foufo tidak hanya berhenti sebagai karya film, tetapi juga dikembangkan sebagai IP yang didukung melalui pengembangan merchandise dan berbagai aktivasi kreatif. Film dengan dialog yang didominasi bahasa daerah ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |