Kemenekraf - GBCI bahas konsep green building lewat kolaborasi kreatif

3 months ago 23

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, memperluas edukasi publik terkait gaya hidup berkelanjutan dengan membuka peluang sinergi bersama Green Building Council Indonesia (GBCI) dalam penerapan prinsip ramah lingkungan melalui kolaborasi kreatif.

Wamen Ekraf menekankan pentingnya menghadirkan isu keberlanjutan dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat, termasuk oleh generasi muda dan komunitas.

“Kita ingin sustainability (keberlanjutan) menjadi sesuatu yang membumi dan mudah dipahami. Anak-anak muda sekarang punya perhatian besar terhadap isu lingkungan. Tinggal bagaimana kita menghadirkan ruang kolaborasi dan pendekatan kreatif supaya pesan keberlanjutan ini semakin luas diterima,” ujar Irene Umar dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu.

Baca juga: Jakarta perlu hijaukan bangunan untuk tutupi kekurangan RTH

Dalam audiensi tersebut Irene menilai pendekatan kreatif dapat menjadi sarana efektif untuk memperluas literasi mengenai keberlanjutan, mediumnya dapat berupa film, aktivitas publik hingga kolaborasi dengan publik figur.

Gaya hidup berkelanjutan juga sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth menuju Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan tersebut, GBCI turut memaparkan rencana penyelenggaraan “Green Building Festival” pada September 2026 yang akan menghadirkan berbagai program edukasi publik, termasuk inisiatif “Green Building Goes to Kampung” untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap praktik ramah lingkungan melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif.​​​​​​​

Baca juga: Lippo Malls terapkan prinsip keberlanjutan kelola pusat perbelanjaan

Irene menanggapi bahwa konsep green building tidak hanya sebagai sertifikasi gedung saja namun juga harus memberi dampak manfaat bagi lingkungan dan perubahan di masyarakat mulai dari yang paling kecil.

“Green building jangan hanya dipandang sebagai sertifikasi gedung besar saja. Kita ingin bagaimana konsep keberlanjutan ini bisa dipahami sampai ke tingkat masyarakat paling kecil, karena ketika masyarakat merasakan langsung manfaatnya seperti penghematan energi, pengelolaan sampah, dan lingkungan yang lebih sehat, maka perubahan akan lebih mudah terjadi,” tambah Irene.​​​​​​​

GBCI merupakan organisasi independen nirlaba yang berdiri sejak 2009 dan menjadi bagian dari jaringan World Green Building Council yang menaungi lebih dari 70 negara. GBCI berfokus pada pengembangan industri bangunan hijau melalui sertifikasi, edukasi dan pelatihan, penguatan pasar, serta program kolaboratif keberlanjutan.

Baca juga: Jakarta pimpin pertumbuhan pasar bangunan hijau di Indonesia

Ketua Umum GBCI, Ignesjz Kemalawarta juga membahas potensi pengembangan green financing, pemanfaatan teknologi sensor pintar untuk efisiensi energi, serta penguatan ekosistem bangunan rendah karbon yang mendukung target pengurangan emisi nasional.

“Fokus kami adalah bagaimana gedung, kawasan, dan industri bisa menerapkan prinsip hijau sesuai kaidah keberlanjutan. Karena itu kami menyambut baik peluang kolaborasi bersama Kementerian Ekraf untuk memperluas edukasi dan sosialisasi sustainability kepada masyarakat,” ujar Ignesjz.

Baca juga: Pram percepat DKI menuju kota hijau lewat “Jakarta Green Building”

Baca juga: GNTU perkuat komitmen "green building" dalam Forum C40 Cities

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |