Kemendikdasmen siapkan 7.586 ruang praktik guna pacu daya saing murid

2 hours ago 6
Dengan adanya pembiasaan, familiaritas, maka dia lebih mudah masuk ke industri. Nanti adjustment-nya bisa lebih cepat

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan keahlian murid untuk terjun dan bersaing di dunia industri dengan membangun 7.586 ruang praktik melalui Program Revitalisasi Sekolah.

Direktur Jenderal (DIrjen) Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan sejauh ini pihaknya telah membangun 7.000 lebih ruang praktik yang tersebar di satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Luar Biasa (SLB), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Nah salah satu yang kami perkuat ,terutama untuk pendidikan vokasional yang ada di SMK, SLB, vokasional SKB, dan PKBM, ini adalah bagaimana kami memastikan ruang-ruang praktek yang memadai. Ini penting, sehingga kami bangun lebih dari 7.586 ruang praktik,” kata Tatang dalam kegiatan bertajuk "Bincang Santai Dampak Nyata Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Penguatan Literasi melalui Sarana Perpustakaan yang Nyaman" di Jakarta pada Selasa.

Baca juga: Mendikdasmen: 107 sekolah di Kepri terima bantuan revitalisasi di 2026

Menurutnya, kehadiran ruang praktik yang memadai membuat para murid lebih siap dalam menyesuaikan dengan kondisi industri yang dipelajari, khususnya saat memasuki masa Praktik Kerja Lapangan (PKL)

"Dengan adanya pembiasaan, familiaritas, maka dia lebih mudah masuk ke industri. Nanti adjustment-nya bisa lebih cepat," ujar Tatang.

Ia pun memahami saat ini kondisi ruang praktik yang disediakan oleh pihak sekolah maupun Kemendikdasmen masih jauh kelengkapannya dengan ekosistem industri seperti pabrik.

Baca juga: Kemendikdasmen siapkan langkah cegah penyelewengan dana revitalisasi

Namun begitu Tatang berharap para murid dengan peminatan keahlian tersebut setidaknya telah memiliki pengetahuan dasar yang diperlukan untuk terjun dan bersaing di dunia industri.

“Memang apa yang disediakan di ruang praktek-ruang praktek di SMK, SLB dan juga SKB, PKBM, tentu jauh tertinggal dari ruang riil yang ada di pabrik, tapi ketika misalnya anak-anak itu sudah terbiasa mengendarai motor yang manual, mengendarai mobil yang manual, dia mau bergerak ke yang atas tidak sulit karena dasarnya sudah punya," kata Tatang.

Baca juga: Kemendikdasmen perkuat literasi dengan perbaikan 4.000 perpustakaan

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |