Kemendikdasmen serap aspirasi, kurangi soal matematika TKA SMA

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyerap evaluasi sekaligus aspirasi terkait kurangnya waktu pengerjaan soal matematika pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang pendidikan SMA dengan mengurangi soal menjadi 25 butir.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati mengatakan pihaknya memberikan alokasi tiga menit untuk mengerjakan satu soal matematika TKA pada jenjang pendidikan SMA tahun ini, dari yang sebelumnya hanya 2,5 menit untuk mengerjakan satu soal.

Baca juga: Kemdikbud: isian singkat hanya untuk UN Matematika SMA

“Di sini juga sudah kami informasikan tentang jumlah soalnya, yang mungkin ditunggu-tunggu matematika jadinya satu soal berapa menit, kalau 2026 insya Allah satu soal diberikan alokasi waktu tiga menit, jadi dengan 75 menit waktu alokasi yang disediakan untuk mengerjakan 25 butir soal, bukan 30 soal,” kata Rahmawati dalam Taklimat Media Hasil TKA jenjang SMP/MTs/sederajat dan SD/MI/sederajat di Gedung E Kompleks Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa.

Ia mengatakan tidak ada perbedaan waktu pelaksanaan antar-zona waktu, sehingga pelaksanaan TKA jenjang pendidikan SMA akan dilakukan secara serentak dengan durasi yang sama di seluruh wilayah Indonesia.

Selain soal matematika, Rahmawati mengatakan pihaknya juga menerima aspirasi agar TKA pada jenjang pendidikan SMA hanya mengujikan satu mata pelajaran dalam satu hari, sehingga persiapan murid menjadi lebih fokus dan maksimal.

Hal ini dikarenakan Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) dapat dimanfaatkan untuk jalur prestasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Baca juga: Kemendikdasmen: Seribu lebih murid raih nilai 100 pada TKA Matematika

Baca juga: Matematika TKA dinilai sulit, Kemendikdasmen: Bukan untuk menjebak

Karena itu, Kemendikdasmen tahun ini memastikan setiap gelombang TKA pada jenjang pendidikan SMA akan berlangsung selama empat hari dan bukan dua hari seperti pada pelaksanaan tahun lalu.

“Secara aspirasi pelaksanaan, ada harapan supaya di satu hari itu jangan sampai diujikan 3 mata pelajaran, dan kami mengakomodasi itu, sehingga pelaksanaan setiap murid tidak lagi 2 hari, tetapi menjadi 4 hari,” kata Rahmawati.

Adapun gelombang pertama akan dilaksanakan pada tanggal 26-29 Oktober, kemudian gelombang kedua berlangsung pada tanggal 2-5 November, dan gelombang khusus berlangsung pada tanggal 31 Oktober-1 November dan tanggal 7-8 November.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |