BNPB: Situasi Bitung dan Kaimana kondusif setelah gempa bumi dangkal

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan situasi di Kota Bitung, Sulawesi Utara dan Kabupaten Kaimana, Papua Barat, terpantau tetap kondusif serta tidak ada dampak kerusakan yang ditimbulkan pasca-gempa bumi yang mengguncang kedua wilayah tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada laporan dampak korban jiwa maupun material dari dua peristiwa gempa bumi bermagnitudo di atas 5,0 tersebut.

Baca juga: Satu warga meninggal dan satu patah kaki akibat gempa Ternate-Bitung

"Pasca-kejadian, situasi di lapangan terpantau tetap kondusif dan tidak ada dampak kerusakan yang ditimbulkan," kata dia.

Sebelumnya, gempa bumi pertama dengan bermagnitudo 5,7 mengguncang Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa pukul 03.39 WIB dini hari dengan pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 22 kilometer.

Selain di Kota Bitung, guncangan gempa yang tidak berpotensi tsunami tersebut turut dirasakan warga di Kabupaten Minahasa selama kurang lebih dua hingga tiga detik.

Baca juga: BNPB: Gempa 7,6 magnitudo di Bitung picu gelombang tsunami kecil

Baca juga: BMKG: Aktivitas Sesar Tarera Aiduna picu gempa dangkal di Papua

Sementara itu, gempa bumi kedua berkekuatan 5,1 magnitudo dirasakan di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, selama kurang lebih 10 detik pada pukul 05.03 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut merupakan gempa dangkal dari adanya aktivitas Sesar Tarera - Aiduna. Pusat gempa terletak di laut berkedalaman 24 kilometer pada jarak 50 kilometer dari arah tenggara Kaimana dengan koordinat 4,01° LS dan 134,00° BT.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |