Dubes RI: Hilirisasi jadi prioritas kerja sama Indonesia-China

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun menyatakan kerja sama ekonomi Indonesia-China saat ini diprioritaskan pada sektor strategis nasional, terutama hilirisasi industri.

"Prioritas pertama kita di hilirisasi, karena saya menyaksikan sendiri dengan hilirisasi nikel saja, ekspor produk-produk turunan nikel itu tahun lalu meningkat di atas 1.000 persen ke China," katanya di Jakarta, Selasa (26/5).

Saat ditemui di sela forum bisnis Indonesia-China dan pendirian Asosiasi Alumni Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB), Djauhari mengatakan kolaborasi hilirisasi mencakup pengembangan ekosistem kendaraan listrik hingga pusat industri di berbagai daerah.

Ia juga melihat peluang kerja sama dalam transformasi energi, termasuk pengembangan Waste to Energy (WteE), panel surya, dan kendaraan listrik.

Selain sektor industri, Djauhari menyebut durian menjadi salah satu komoditas pangan yang potensial untuk pasar China.

Menurut dia, tingginya minat masyarakat China terhadap buah-buahan membuka peluang besar bagi ekspor durian Indonesia.

"Total nilai pasar durian di China mencapai 7,5 miliar dolar AS. Kalau kita kuasai saja 10 persen tahun ini, kita bisa meraup 750 juta dolar AS," ujarnya.

Djauhari juga mengatakan Indonesia dan China mulai menjajaki sektor baru seperti ekonomi digital dan kecerdasan artifisial (AI).

Selain itu, infrastruktur tetap menjadi salah satu prioritas utama dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Menurut dia, keberhasilan pengembangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung menunjukkan potensi besar sinergi Indonesia dan China dalam proyek infrastruktur.

Djauhari menambahkan Indonesia kini berupaya memperkuat kolaborasi dengan China di bidang infrastruktur kesehatan.

"Pengembangan ekosistem kesehatan menjadi bentuk kerja sama yang potensial dengan China di masa depan," katanya.

Ia menilai pandemi COVID-19 menunjukkan pentingnya penguatan infrastruktur kesehatan untuk menghadapi risiko di masa mendatang.

Karena itu, Indonesia terus mendorong kolaborasi dengan China di sektor bioteknologi, farmasi, hingga pembangunan rumah sakit guna membangun ekosistem kesehatan nasional yang lebih kuat.

Baca juga: Dubes: Alumni RI di kampus China kunci jembatani kerja sama ekonomi
Baca juga: Dubes Djauhari harap relasi pengusaha RI-China bersifat jangka panjang

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |