Banda Aceh (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merevitalisasi sebanyak 116 sekolah terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen dengan total anggaran Rp167,4 miliar.
"Dengan adanya bantuan revitalisasi tersebut maka pemerintah dapat memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali pulih dan berjalan secara optimal di wilayah yang terdampak bencana," kata Mendikdasmen, Abdul Mu'ti di Kabupaten Bireuen, Selasa.
Ia menjelaskan sekolah yang rusak ringan dan sedang ditargetkan selesai pada akhir tahun ajaran baru bulan Juni 2026 dan yang rusak berat dan relokasi ditargetkan selesai pada November
tahun 2026.
Ia menyebutkan sebanyak 116 sekolah tersebut sudah perjanjian kerja sama (PKS), di mana 86 unit sekolah pengerjaan dilakukan secara swakelola oleh sekolah dan 30 sekolah akan dilaksanakan oleh TNI AD.
Ia mengatakan dalam proses transisi darurat ke pemulihan dan menunggu revitalisasi sekolah selesai, Kemendikdasmen dan mitra telah menyediakan kelas sementara dalam bentuk tenda dan ruang kelas darurat (RKD).
Baca juga: TNI selesaikan jembatan modular di Batu Bara penghubung antardesa
Selain revitalisasi, transformasi pendidikan juga diperkuat melalui program digitalisasi pembelajaran.
Ia menyebutkan pada tahun 2025, sebanyak 7.308 sekolah/satuan pendidikan di Aceh menerima bantuan digitalisasi pembelajaran yakni jenjang SD dan SMP menjadi penerima terbesar program ini, dengan masing-masing 2.404 (SD) dan 2.046 (SMP) sekolah mendapatkan dukungan perangkat dan sarana pembelajaran digital.
Ia mengatakan program digitalisasi juga menjangkau 902 pendidikan khusus dan nonformal, termasuk SLB serta SKB/ PKBM.
Ia menambahkan revitalisasi dan digitalisasi merupakan dua pilar penting dalam transformasi pendidikan nasional.
Baca juga: PLN: Pemulihan listrik pascabencana di Aceh barat capai 100 persen
Ia mengatakan dengan memperbaiki infrastruktur sekolah sekaligus menghadirkan teknologi dalam proses pembelajaran, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkualitas.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap sekolah, baik di perkotaan maupun di daerah terpencil, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi siswa/peserta didik," katanya.
Dalam kunjungan ke Bireuen tersebut, Mendikdasmen melakukan peletakan batu pertama revitalisasi SMPN 2 Peudada Bireuen, meninjau sejumlah sekolah terdampak yang masuk dalam program revitalisasi serta menyalurkan bantuan pembelian komputer, dan juga bantuan buku-buku serta school kit.
Mendikdasmen turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin dan Bupati Bireuen Mukhlis serta sejumlah pejabat di lingkungan Kemendikdasmen.
Baca juga: Mendikdasmen tinjau penggunaan ruang kelas darurat di Pidie Jaya Aceh
Baca juga: Menteri PU tegaskan perbaikan jalan di Aceh menjadi prioritas Presiden
Pewarta: M Ifdhal
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































