Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan program revitalisasi satuan pendidikan berhasil meningkatkan jumlah peminat yang mendaftar pada sejumlah sekolah di wilayah Bogor, Provinsi Jawa Barat saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan, sehingga program tersebut memberikan manfaat nyata bagi peserta didik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
Baca juga: Menko PMK resmikan SDN Cimahpar 5 Kota Bogor pascarevitalisasi
“Bangunan sekolah yang baik akan memberikan manfaat dalam jangka panjang apabila dirawat dengan penuh tanggung jawab. Sekolah ini adalah milik bersama dan menjadi tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa,” kata Mendikdasmen, Mu'ti di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Kepala SDN Cimahpar 5, Kota Bogor Iim Rohimah mengatakan revitalisasi membawa dampak yang langsung dirasakan sekolah.
Selain membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih nyaman, perubahan fisik sekolah juga meningkatkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sana.
“Ruang kelasnya nyaman, baik, bagus, dan sangat bermanfaat. Alhamdulillah, dampaknya terasa pada minat masyarakat. Saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), jumlah pendaftar meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Iim.
Ia menerangkan pada tahun-tahun sebelumnya, sekolahnya cenderung sepi peminat pada hari-hari awal pendaftaran. Namun, pada tahun ini, antusiasme masyarakat meningkat signifikan.
Bahkan, sebelum pendaftaran dibuka, banyak orang tua datang untuk mencari informasi dan memastikan anak mereka dapat bersekolah di SDN Cimahpar 5.
"Sebelum dibuka SPMB pun sudah banyak orang tua yang datang ke sini. Bu, saya mau nitip nama dulu boleh nggak? Takut nanti nggak kebagian. Nggak bisa ma, karena sekarang pendaftarannya sudah sistem online, tidak seperti dulu titip nama, naruh nama, nggak gitu," kata Iim.
Baca juga: Kemendikdasmen target revitalisasi 71.744 sekolah pada 2026
Baca juga: Kemendikdasmen: Revitalisasi sekolah dongkrak perputaran ekonomi lokal
Hal serupa dirasakan warga di sekitar SDN Leuwibatu 02, Kabupaten Bogor.
Inayah yang merupakan salah satu orang tua murid sekaligus alumni sekolah tersebut merasa bangga atas perubahan yang terjadi.
Menurutnya, bangunan sekolah yang kini lebih baik menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar.
“Setelah direvitalisasi, bangunannya bagus dan membuat anak-anak di daerah ini semakin tertarik bersekolah di sini,” katanya.
Guru SDN Leuwibatu 02, Nurul Komariyah menyampaikan minat masyarakat untuk mendaftarkan anak ke sekolah tersebut meningkat.
“Banyak orang tua yang datang mencari informasi, karena melihat perubahan fasilitas yang semakin baik,” katanya.
Ia berharap murid-muridnya bisa semakin semangat dalam belajar mengingat gedung sekolah mereka sudah semakin bagus.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































