Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong keberlanjutan Program SIGAP melalui pemanfaatan Dana Desa yang telah diatur dalam regulasi terkait fokus penggunaan Dana Desa.
Analis Kebijakan Senior Direktorat Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa Kemendes PDT Sappe M.P. Sirait mengatakan dukungan kementerian terhadap program tersebut sebenarnya telah tercantum dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 16 Tahun 2025 tentang Fokus Penggunaan Dana Desa.
“Dalam regulasi tersebut, salah satu fokus penggunaan Dana Desa adalah promosi dan layanan dasar kesehatan. Program SIGAP sangat relevan dan dapat dibiayai keberlanjutannya melalui Dana Desa,” kata Sappe dalam Diseminasi Nasional Program Keluarga SIGAP di Jakarta, Kamis.
Keluarga SIGAP merupakan kampanye perubahan perilaku multi-kanal yang menjawab beberapa hambatan utama dalam mewujudkan tumbuh kembang anak. Gerakan ini merupakan langkah kolaboratif antara pemerintah dan swasta.
Baca juga: Kemenkes: Kader Posyandu jadi garda terdepan Gerakan Keluarga SIGAP
Ada tiga garis besar yang dilakukan gerakan tersebut yakni memastikan imunisasi yang lebih lengkap sesuai jadwal, cuci tangan pakai sabun, serta pemberian makanan bergizi dan pilihan makanan yang sehat.
Ia menjelaskan Dana Desa dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan layanan dasar kesehatan, antara lain pemberian makanan tambahan, pemberian insentif bagi tenaga atau kader kesehatan, serta kegiatan kesehatan lainnya di tingkat desa.
Menurut Sappe, sejumlah kegiatan yang sejalan dengan Program Keluarga SIGAP sejatinya telah berjalan di desa-desa, seperti pemberian insentif kader kesehatan, program makanan tambahan, hingga kampanye cuci tangan pakai sabun.
“Insentif bagi kader posyandu sudah berjalan, pemberian makanan tambahan juga sudah berjalan, termasuk kampanye cuci tangan pakai sabun. Jadi, Program SIGAP ini sudah selaras dengan program yang ada,” ujarnya.
Baca juga: Pakar: Keluarga SIGAP berdampak positif ubah perilaku masyarakat
Sappe menilai keselarasan antara program Kemendes PDT dan Keluarga SIGAP sudah terjalin sangat harmonis. Namun demikian ia berharap dukungan dari lembaga donor terhadap program tersebut dapat terus berlanjut.
Ia mengungkapkan Indonesia memiliki lebih dari 75 ribu desa, sementara intervensi Keluarga SIGAP baru menjangkau beberapa ratus desa. Oleh karena itu perlu upaya bersama agar program tersebut dapat diperluas dan menjangkau lebih banyak wilayah.
“Namun kami juga memahami bahwa lembaga donor memiliki keterbatasan. Oleh karena itu ini menjadi PR bersama, baik pemerintah daerah, NGO, maupun pemerintah pusat dan kementerian terkait, untuk memikirkan keberlangsungan dan keberlanjutan program SIGAP ke depan,” kata dia.
Baca juga: Kemenkes: Imunisasi hingga gizi baik penting untuk cegah penyakit
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































