Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa di bidang ekonomi yang terjadi sepanjang Jumat (19/9) masih hangat serta relevan untuk disimak kembali pada Sabtu pagi ini.
Beberapa di antaranya mulai dari tahap finalisasi pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) hingga pembiayaan utang mencapai Rp506 triliun per 31 Agustus 2026.
Berikut rangkumannya.
Pemerintah lakukan finalisasi pengalihan saham Whoosh
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Evita Manthovani menyampaikan saat ini pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh sedang dalam tahap finalisasi.
“Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi,” ujar Evita dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2026 di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat.
BEI pilih saham likuid untuk mitigasi manipulasi di short selling
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memilih saham dengan tingkat likuiditas tinggi untuk penerapan transaksi short selling guna memitigasi risiko manipulasi harga dan transaksi oleh pihak tertentu.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menyampaikan pemilihan saham likuid menjadi salah satu strategi untuk mencegah praktik trading manipulation maupun cornering yang berpotensi menggerakkan harga saham oleh segelintir pihak.
Menhub ganti Dirjen Hubla sebagai evaluasi dan penyegaran organisasi
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengganti Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Muhammad Masyhud sebagai bagian dari evaluasi dan penyegaran organisasi Kementerian Perhubungan untuk memperkuat kinerja serta pelayanan sektor transportasi laut.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kemenhub Farida Makhmudah menyatakan pergantian tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan tugas serta meningkatkan keselamatan pelayaran.
AirAsia: Tidak ada permintaan 'bailout' kepada pemerintah Malaysia
Co-founder AirAsia Tony Fernandes menegaskan tidak ada permintaan bailout dari AirAsia kepada pemerintah Malaysia di tengah sorotan terhadap kondisi keuangan maskapai berbiaya rendah tersebut.
Dalam taklimat media daring yang diikuti di Jakarta, Jumat, Fernandes mengatakan AirAsia tidak membutuhkan bantuan penyelamatan atau bailout dari pemerintah untuk menjaga keberlanjutan bisnisnya.
Pemerintah tarik utang Rp506 triliun per Agustus 2026
Pemerintah menarik pembiayaan utang senilai Rp506 triliun per 31 Agustus 2026, setara 60,8 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp832,2 triliun.
“Pembiayaan utang neto saat ini realisasi sampai 31 Agustus sudah Rp506 triliun,” kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2026 di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat.
Baca juga: Ekonomi kemarin, Suahasil jadi Menkeu hingga lowongan kerja Karirhub
Baca juga: Kemarin, pajak capai Rp1.224 triliun hingga pembatasan Pertalite
Baca juga: Kemarin, penyaluran KUR Rp103,8 triliun hingga travelator BNI City
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































