Kedekatan sosial berkaitan erat dengan bakteri usus

6 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kedekatan sosial tampaknya diam-diam mengubah bakteri usus suatu kelompok yang tinggal bersama menurut sebuah studi yang baru dilakukan oleh Universitas East Anglia di Inggris.

Studi baru ini sebenarnya dilakukan pada koloni burung di sebuah pulau kecil namun prinsip serupa disebutkan tim peneliti hampir pasti berlaku untuk manusia.

Dalam laporan News Medical, Jumat (10/4) waktu setempat, studi ini mengungkapkan koloni burung di pulau kecil ini ternyata memiliki bakteri usus yang serupa terutama untuk burung-burung yang sering menghabiskan waktu bersama-sama.

Secara lebih detail penelitian ini dipimpin oleh Universitas East Anglia bekerja sama dengan kolega dari Norwich Research Park di Centre for Microbial Interactions, Quadram Institute dan Earlham Institute, serta University of Sheffield, University of Groningen (Belanda) dan Nature Seychelles.

Sebenarnya studi terhadap manusia sudah pernah dilakukan dan mengisyaratkan fenomena ini di mana pasangan suami istri atau orang yang tinggal bersama dalam jangka waktu panjang seringkali memiliki mikrobioma dalam hal ini bakteri usus yang lebih miring daripada orang asing bahkan ketika pola makan mereka berbeda.

Baca juga: Nutrisi yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan bakteri baik usus

Penelitian terhadap burung-burung itu menjadi bukti baru yang sangat jelas mengenai peran kedekatan sosial. Tidak hanya berbagi lingkungan sama, ketika makhluk hidup sering berinteraksi maka pertukaran bakteri usus dapat terjadi.

Secara lebih rinci, penelitian ini dilakukan oleh Dr. Chuen Zhang Lee dari Sekolah Ilmu Biologi Universitas East Anglia sebagai proyek PhD-nya.

Dalam penelitian ini, tim mengumpulkan feses dari burung Seychelles yang kerap ditemukan di Pulau Cousin merupakan bagian dari Seychelles.

Feses itu kemudian digunakan untuk menganlisis mikrobioma usus atau bakteri baik yang tinggal di saluran cerna burung-burung tersebut.

Secara lebih rinci, penelitian ini dilakukan selama beberapa tahun dan membagi burung-burung itu dalam kategori pasangan yang berkembang biak, penolong dan bukan penolong yang hidup dalam kelompok sama, serta hidup dalam kelompok yang berbeda.

Dengan demikian, tim peneliti dapat membandingkan bateri usus dari burung yang berinteraksi erat di sarang dengan burung yang tidak berinteraksi erat.

Pembagian kategori ini dilakukan dengan cara semua burung pengicau di pulau itu dipasangi cincin kaki berwarna, memungkinkan para peneliti untuk melacak perilaku, kesehatan, dan genetika mereka selama bertahun-tahun.

Baca juga: Paparan bakteri usus sejak kecil picu kanker kolorektal saat dewasa

Hal ini menciptakan kondisi yang mirip dengan populasi laboratorium, tetapi dalam lingkungan yang sepenuhnya alami.

Dari penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan itu didapati hasil bahwa semakin banyak individu berinteraksi dengan individu lain dalam ruang yang sama maka semakin banyak mikrobioma yang ditemukan serupa.

"Burung-burung yang menghabiskan banyak waktu bersama di sarang – pasangan yang berkembang biak dan para pembantu setia mereka – berbagi banyak jenis bakteri usus ini, yang hanya dapat menyebar melalui kontak langsung dan dekat," kata Dr. Lee.

Lebih lanjut ia menambahkan,"Mikroba anaerobik ini tidak dapat bertahan hidup di udara terbuka, jadi mereka tidak berkeliaran di lingkungan. Sebaliknya, mereka berpindah antarindividu melalui interaksi intim dan sarang yang digunakan bersama."

Tim tersebut mengatakan bahwa temuan ini menyoroti apa yang mungkin terjadi di rumah manusia.

"Baik Anda tinggal bersama pasangan, teman serumah, atau keluarga, interaksi harian Anda - mulai dari berpelukan, berciuman, dan berbagi tempat menyiapkan makanan - dapat mendorong pertukaran mikroba usus," kata Dr. Lee.

Ia berpendapat bahwa bakteri anaerobik adalah beberapa bakteri terpenting untuk pencernaan, kekebalan tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan.

"Setelah berada di dalam usus, bakteri ini berkembang dalam kondisi tanpa oksigen dan sering membentuk koloni yang stabil dan jangka panjang. Itu berarti orang-orang yang tinggal bersama Anda mungkin secara halus membentuk ekosistem mikroskopis di dalam diri Anda," katanya.

Apabila diterjemahkan ke dalam kegiatan manusia, itu artinya setiap kegiatan yang dilakukan bersama-sama oleh pasangan atau individu yang saling tinggal bersama di dalam satu tempat baik itu mencuci piring hingga duduk berdekatan di sofa dapat secara diam-diam mendekatkan mikrobioma masing-masing individu.

"Berbagi bakteri anaerobik yang bermanfaat dapat memperkuat kekebalan tubuh dan meningkatkan kesehatan pencernaan di seluruh rumah tangga," tutup Dr. Lee.

Baca juga: Peneliti China pelajari terapi bakteri untuk obati kanker usus besar

Baca juga: Oscillibacter dalam usus bisa kurangi risiko penyakit jantung

Baca juga: Meneliti rahasia sehat pada lansia berusia 100 tahun

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |