KBRI Beijing jajaki kerja sama bidang pertanian dengan provinsi Hunan

2 hours ago 1

Changsha (ANTARA) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengunjungi provinsi Hunan untuk menjajaki kerja sama bidang pertanian.

"Saya ingin mengeksplorasi kerja sama di bidang pertanian khususnya pengembangan padi dan beras, mungkin bulan ini saya akan mengirimkan tim khusus baik perwakilan KBRI bersama perwakilan dari Indonesia yang secara profesional belajar pengembangan produk pertanian di Hunan," kata Duta Besar Djauhari di Changsha, Hunan pada Senin (9/3).

Djauhari menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan Wakil Gubernur Hunan Yu Hongsheng dalam rangkaian kunjungan kerja termasuk mengadakan forum bisnis pertama RI di China pada 2026.

"Tahun lalu total perdagangan Indonesia-China mencapai 168 miliar dolar AS dan menjadi mitra dagang terbesar Indonesia. Tahun ini kami juga merencanakan mulai mengekspor buah tropis dari Indonesia seperti kelapa segar dan durian ke pasar China," tambah Dubes Djauhari.

Selain itu sejumlah kampus di Hunan juga terkenal unggul di bidang metalurgi, pertanian dan kedokteran sehingga Dubes ingin membuka peluang lebih banyak lagi mahasiswa Indonesia belajar di kampus-kampus di Hunan.

"Semalam saya telah bertemu lebih dari 200 orang mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Changsha dan sekitarnya, banyak dari mereka bersekolah di bidang metalurgi karena di sini terkenal bagus untuk bidang itu jadi saya ingin meningkatkan juga hubungan people to people di bidang pendidikan," ungkapnya.

Tidak ketinggalan penjajakan di bidang pariwisata karena sejak Desember 2025 lalu dibuka penerbangan langsung Jakarta-Changsha.

"Saya termasuk yang selalu mendukung kerja sama di bidang people to people, karena kalau kerja sama di bidang ini kuat maka akan memberikan manfaat ekonomi maupun manfaat lainnya" tambah Dubes.

Wakil Gubernur Hunan Yu Hongsheng mengatakan hingga Januari 2026, terdapat 100 perusahaan dari Hunan yang beroperasi di Indonesia, dengan total nilai investasi sekitar 224 juta dolar AS (sekitar Rp3,78 triliun).

"Saat ini sejumlah perusahaan terkemuka dari Hunan seperti Sany Heavy Industry dan Zoomlion telah mendirikan perusahaan patungan di Indonesia. Selain investasi tersebut, sejumlah perusahaan lain dari Hunan juga telah menjalin kerja sama bisnis di Indonesia. Kami juga berharap pihak Indonesia dapat memberikan dukungan dalam berbagai aspek layanan bagi perusahaan-perusahaan tersebut," kata Yu.

Ia juga berharap KBRI Beijing dapat membantu memperkenalkan situasi Hunan kepada lebih banyak pengusaha Indonesia sehingga semakin banyak perusahaan Indonesia yang datang untuk berinvestasi dalam berbagai proyek.

"Kami mengusulkan untuk semakin memperkuat kerja sama di bidang pertanian karena Hunan merupakan tempat kelahiran 'bapak padi hibrida', dengan kemampuan teknologi yang kuat dan sistem ekologi pertanian yang maju. Kami berharap dapat memperkuat komunikasi dan kerja sama teknologi dengan Indonesia," tambah Yu.

Yu kemudian juga mengusulkan untuk semakin memperkuat kerja sama di bidang pariwisata dan kebudayaan mengingat Hunan memiliki keindahan alam serta warisan budaya dengan sejarah yang panjang, antara lain Akademi Yuelu di Changsha, Kota Kuno Fenghuang di Xiangxi dan pemandangan alam Zhangjiajie.

"Indonesia sendiri merupakan negara yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Masyarakat Hunan juga sangat tertarik untuk berkunjung ke Indonesia dan dengan adanya penerbangan langsung antara Changsha dan Jakarta, kami berharap akan semakin banyak wisatawan dari Hunan yang berkunjung ke Indonesia," kata Yu.

Indonesia merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Hunan di kawasan Asia Tenggara. Nilai perdagangan Indonesia-Hunan pada 2025 mencapai 3,23 miliar dolar AS (sekitar Rp54,56 triliun).

Provinsi Hunan dikenal punya keunggulan di bidang pertanian karena menjadi salah satu lumbung pangan utama di China. Provinsi ini menghasilkan 7,46 ton padi pada awal musim 2025 dengan didukung inovasi teknologi bidang pertanian yaitu varietas padi hibrida seperti Liangyou 8022 yang mencatatkan rekor dapat menghasilkan panen 18,8 ton per hektar sementara varietas padi Qingliangyou 3261 dapat menghasilkan enam ton per hektar.

Hunan juga menerapkan pendekatan sistematis yang disebut "Empat Hukum" untuk transformasi pertanian yaitu hukum "penambahan" dengan menggunakan drone, sensor, dan kecerdasan buatan; hukum "pengurangan" melalui teknologi pemupukan yang menghemat air hingga 90 persen; hukum "perkalian" yaitu mengembangkan industri pengolahan produk pertanian; dan hukum "pembagian" dengan memanfaatkan sisa tanaman padi.

Hunan pun memimpin dalam ekspor produk pertanian yaitu mencapai 17,385 miliar RMB pada 2025 dan ekspor sayuran Hunan mencapai 771.000 ton dengan nilai 12,96 miliar RMB.

Gubernur Provinsi Hunan Mao Weiming pernah berkunjung ke Indonesia pada 10-13 September 2023 untuk bertemu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dan sejumlah pejabat bidang ekonomi lainnya untuk mengembangkan kerja sama dengan kerangka "Belt and Road Initiative".

Saat kunjungan dilakukan penandatanganan kerja sama antara perusahaan sektor konstruksi, pertambangan, dan pertanian asal Hunan, Zoomlion, dengan perusahaan Indonesia Java Seed Indonesia serta perusahaan baterai Tiongkok CNGR yang sudah membangun fasilitas pengolahan baterai di Morowali dengan perusahaan swasta Indonesia BUMANIK yang yang bergerak di bidang produksi dan ekspor bijih nikel.

Selain itu mulai Desember 2025 diluncurkan nerbangan langsung Changsha-Jakarta yang beroperasi satu kali dalam seminggu.

Di China, Hunan masuk dalam peringkat ke-10 provinsi dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) terbesar pada 2025 yaitu 5,53 triliun RMB (sekitar Rp13.540 triliun) dengan produk unggulan adalah mobil listrik, baterai lithium dan produk fotovoltaik maupun mesin kontruksi dan baja dengan mitra dagang utama adalah negara-negara ASEAN dan Afrika.

Baca juga: KBRI Beijing hadirkan santan Indonesia di gerai terbaru Luckin Coffee

Baca juga: RI komitmen perkuat diplomasi ekonomi guna memajukan industri lada

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |