Kapolri terapkan 4 konsep "smart city" dalam pembangunan Mapolda DIY

4 hours ago 2
Kedua, social listening and sentiment intelligence system, yaitu, sistem untuk memantau dan memahami opini serta perasaan masyarakat, terutama dari media sosial, agar polisi dapat merespons isu secara lebih cepat dan tepat

Jakarta (ANTARA) - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerapkan empat konsep smart city atau kota pintar dalam pembangunan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam agenda seremoni peletakan batu pertama peresmian dimulainya pembangunan, dia menjelaskan konsep yang pertama, yakni adanya pusat kendali kepolisian yang menggunakan data dari berbagai sumber secara real-time untuk membantu mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis fakta.

"Kedua, social listening and sentiment intelligence system, yaitu, sistem untuk memantau dan memahami opini serta perasaan masyarakat, terutama dari media sosial, agar polisi dapat merespons isu secara lebih cepat dan tepat," kata Sigit dalam agenda peresmian pembangunan itu, Minggu.

Baca juga: Kapolri: Perlu sinergitas jaga stabilitas kamtibmas hadapi tantangan

Dia juga menjelaskan konsep ketiga, yakni Mapolda DIY bakal dilengkapi cyber security defense center. Nantinya di Mapolda tersebut akan ada pusat perlindungan digital yang bertugas menjaga sistem dan data dari serangan siber, seperti peretasan, penipuan online, dan kejahatan digital lainnya.

Lalu konsep yang keempat, kata dia, adalah decision intelligence and knowledge system. Menurut dia, Mapolda DIY akan dilengkapi sistem yang mengolah data dan pengalaman menjadi pengetahuan.

"Sehingga membantu pimpinan dalam membuat keputusan yang lebih cerdas, akurat, dan berkelanjutan," katanya.

Baca juga: Di Hambalang, Prabowo panggil Kapolri minta laporan transformasi Polri

Baca juga: Kapolri ingatkan personel Korps Brimob jaga soliditas

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |