Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Kesehatan Haji (Kapuskes Haji) Kementerian Haji dan Umroh Liliek Marhaendro Susilo mengatakan jemaah yang sudah melunasi dan dinyatakan sehat untuk menjalankan ibadah haji disarankan untuk menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat.
Kepada ANTARA, Kamis, Liliek menyampaikan dalam waktu tiga bulan sebelum keberangkatan ibadah haji pada bulan April mendatang, jemaah disarankan mempersiapkan kondisi fisik dan kesehatannya agar lebih bugar dan fit dengan kebiasaan untuk mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi makanan yang bersih, sehat dan bergizi dalam jumlah yang cukup.
“Memperbanyak aktivitas fisik seperti berolah raga ringan setiap hari minimal 30 menit per hari, berjalan kaki ke masjid untuk mendirikan shalat fardhu berjamaah (jika masjidnya relatif dekat dengan rumah), menyapu halaman, dan sebagainya,” kata Liliek.
Baca juga: Kemenhaj hapus fitur edit data kesehatan jemaah haji cegah manipulasi
Ia mengatakan istirahat yang cukup minimal 6 jam juga baik dilakukan, terlebih tidur malam tidak lebih dari jam 10 malam.
Pada saat beraktivitas di Tanah Suci nanti, Liliek juga menyarankan untuk tidak melupakan pola hidup yang bersih dan sehat yang sudah dibiasakan beberapa bulan sebelumnya.
Selain itu, batasi aktivitas fisik yang berlebihan dan gunakan hanya untuk keperluan ibadah saja agar tidak terlalu lelah. Kondisi cuaca di Arab Saudi yang bisa saja sangat panas saat ibadah haji juga perlu diantisipasi jemaah, dengan tidak terlalu sering keluar dari pondokan pada siang hari.
Baca juga: Dinkes: 614 calon haji Mataram sudah istithaah
“Jika ada keperluan mendesak harus keluar dari pondokan di siang hari, jangan lupa menggunakan alat pelindung diri, masker, kacamata hitam, beralas kaki yang nyaman (sedapat mungkin tidak menggunakan sandal jepit untuk berjalan jauh), pelindung kepala, bawa semprotan air dan air minum,” saran dia.
Liliek mengingatkan jemaah untuk tidak lupa minum air mineral minimal 200 mililiter per jamnya atau dua liter per hari. Minum sedikit-sedikit setiap 10-15 menit sekali meskipun tidak terasa haus. Hal ini dilakukan agar jemaah tidak kekurangan cairan saat beribadah.
Baca juga: PERDOKHI tekankan pentingnya edukasi tentang vaksinasi calon haji
Saat pelaksanaan ibadah haji, petugas kesehatan di lokasi akan menyediakan cairan pendukung jika dibutuhkan jemaah untuk mencukupi kebutuhan cairan seperti cairan oralit yang dapat dikonsumsi sehari sekali.
“Jika diperlukan dapat mengonsumsi suplemen atau madu sebagai penambah daya tahan tubuh,” tambahnya.
Bagi jemaah yang sudah rutin mengonsumsi obat untuk mengendalikan penyakitnya, Liliek mengingatkan agar tidak lupa dibawa dan tetap rutin meminum obatnya kapanpun dan di manapun.
Baca juga: Kemenhaj sebut pelunasan haji diberikan setelah lolos kesehatan
Baca juga: Kemenhaj sebut mekanisme istithaah kesehatan jamaah dilakukan berlapis
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































