Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis anak dr. Leonirma Tengguna, M.Sc, Sp.A, CIMI mengingatkan bahaya dari kebiasaan asal sentuh anak saat silaturahmi di momen Lebaran.
Selain kebiasaan asal sentuh, dokter lulusan Universitas Gadjah Mada itu mengatakan kebiasaan lain yang harus dihindari saat silaturahmi bertemu anak-anak adalah kebiasaan menyuapi makanan secara sembarang.
"Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita dan apakah makanan itu aman dimakan si anak," katanya dalam unggahan di akun Instagram @dokteranak_leonirma dan telah dikonfirmasi, Rabu.
Ia mengatakan sistem imun anak memiliki kondisi yang berbeda dari orang tua dan sifatnya masih belum sempurna sehingga jika ada celah sedikit saja seperti sentuhan dari tangan yang terpapar kuman maka tubuhnya lebih rentan terserang penyakit.
Baca juga: Waspada KLB Campak, IDAI serukan imunisasi dan tindakan pencegahan
Apabila keinginan untuk berinteraksi dengan anak begitu tinggi, dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu menyarankan agar seseorang dapat terlebih dahulu meminta izin kepada orang tua sang anak.
Apalagi jika ingin memberikan hidangan kepada anak, maka izin dari orang tua lebih diperlukan agar tidak ada kesalahan pemberian bahan makanan yang dapat menimbulkan alergi pada anak.
Jangan lupa juga untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan antiseptik sehingga dapat mengurangi potensi paparan kuman lewat sentuhan.
Apabila memang merasa kurang sehat, penggunaan masker sangat disarankan untuk membuat silaturahmi saat Lebaran tetap aman.
Menutup unggahannya, dokter Leonirma berpesan, "Kasih THR-nya aja. Sayang anak gak harus pegang, peduli gak harus bikin anak sakit."
Baca juga: Dokter sarankan imunisasi anak dilengkapi dua pekan sebelum mudik
Pesan yang disampaikan dokter Leonirma ini sejalan dengan kondisi di Indonesia saat ini di mana beberapa penyakit seperti super flu dan campak tengah merebak.
Sentuhan sembarang pada anak dapat berpotensi menyebarkan penyakit-penyakit seperti super flu dan campak apalagi mengingat keduanya merupakan penyakit menular yang bereaksi cepat jika tidak diimbangi dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Baca juga: Dokter anak: Latih puasa si kecil lewat tantangan seru
Baca juga: Dokter ingatkan orang tua tidak bawa anak berkendara di malam hari
Baca juga: Dokter bagikan kiat atasi anak yang "picky eater"
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































