Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan pengerukan sedimen di saluran air dan drainase di seluruh kecamatan di wilayah tersebut untuk mengantisipasi banjir di puncak musim hujan ini.
"Menghadapi puncak musim hujan, secara serentak bersama masyarakat melakukan pengerukan sedimen saluran air dan drainase di seluruh kecamatan," kata Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin di Jalan Waru, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis.
Hal itu untuk memastikan saluran berfungsi optimal dalam mencegah genangan maupun banjir.
Saat meninjau pengerukan sedimen saluran air Penghubung (Phb) Waru, Munjirin menyebutkan, fokus pengerukan dilakukan pada saluran-saluran yang sudah lama tidak dikuras.
"Jadi seluruh saluran yang memang selama ini tidak pernah dikuras, itu yang jadi sasaran kita," ujar Munjirin.
Salah satu fokus pengerukan sedimen saluran air di antaranya berada di Jalan Bunga RW 09 Kelurahan Palmeriam (Kecamatan Matraman), Jalan DI Panjaitan Kelurahan Rawa Bunga dan Kelurahan Cipinang Cempedak di Kecamatan Jatinegara.
Baca juga: Ada korban jiwa, penanganan banjir Jakarta diminta diperbaiki
Lalu, Jalan Kelurahan Lama RT 001/RW 015 Kelurahan Cililitan (Kecamatan Kramat Jati), Jalan RA Fadilah RW 08 Kelurahan Baru, (Kecamatan Pasar Rebo), Phb Kali Jodo Jalan Raya Kelapa Dua Wetan (Kecamatan Ciracas) dan Jalan Hankam Selatan RT 003/RW 02 Kelurahan Ceger (Kecamatan Cipayung).
Pengerukan juga dilakukan di Jalan TMII 1 Kelurahan Pinang Ranti (Kecamatan Makasar), Jalan Inspeksi Kanal Banjir Timur (KBT) Kelurahan Pondok Kelapa (Kecamatan Duren Sawit), Jalan Waru Doyong RT 006/RW 08 Kelurahan Jatinegara (Kecamatan Cakung) dan Phb Waru Jalan Waru Kelurahan Rawamangun (Kecamatan Pulogadung).
“Jadi baru ini saluran Phb Waru baru dikuras dan kita lihat sendiri sedimen lumpurnya bisa satu meter dan sepanjang satu kilometer ini sudah dikerjakan kurang lebih dua per tiganya, jadi sisa sepertiganya lagi," katanya.
Menurut Munjirin, pengerukan menjadi upaya efektif dalam mencegah banjir. Hal tersebut sudah dirasakan oleh warga yang berada di Jalan Jeruk maupun Jalan Aren ketika hujan deras tanpa adanya genangan saat hujan deras.
"Secepatnya akan kita selesaikan secara terus menerus, nanti kita beralih lagi ke phb yang lain. Mudah-mudahan ini mendapatkan hasil yang maksimal dan efek yang bagus untuk masyarakat," katanya.
Baca juga: 2.000 jiwa mengungsi akibat banjir di Jakarta
Ketua RW 07 Kelurahan Rawamangun, Ramli mengatakan, dengan adanya pengerukan lumpur di Phb Waru tersebut sangat bermanfaat dalam mengentaskan genangan atau banjir di beberapa wilayah sekitar Jalan Waru.
"Alhamdulillah hasilnya sangat positif, beberapa hari ini curah hujan tinggi, di hari Senin di beberapa titik banyak genangan dan banjir, di RW 07 yang biasanya hujan deras ada genangan sampai 70 sentimeter tapi dengan ada pengurasan sekarang di Jalan Waru," katanya.
Sampai saat ini tidak ada genangan di wilayah tersebut. "Alhamdulillah tidak ada genangan sama sekali," katanya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur menyampaikan kondisi genangan air hingga banjir di sejumlah wilayah Jakarta Timur akibat hujan di sebagian besar titik sudah surut pada Selasa (13/1) pagi.
Banjir disebabkan hujan yang mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya pada Senin (12/1). Genangan air hingga banjir tercatat di 15 titik yang tersebar di beberapa kecamatan.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































